oleh

Tujuh Mantan Presiden Dipenjara, Pesan Tegas Bang YD Mengguncang Publik

Jakarta,DiscoveryNews.id – Kekuasaan dan jabatan tinggi dalam pemerintahan bukanlah jaminan seseorang terbebas dari jerat hukum. Pesan yang sangat tegas dan sangat dalam ini disampaikan Yusman Dawolo, YD, melalui unggahan di akun Facebook resminya pada Sabtu, 7 November 2026.

Dalam unggahannya yang mengangkat tema Jabatan Bukan Kebal Hukum, 7 Mantan Presiden Pernah Dipenjara, Yusman Dawolo mengingatkan bahwa siapa pun yang pernah menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Ia memaparkan tujuh tokoh dunia yang pernah menjabat sebagai presiden maupun perdana menteri dan kemudian menjalani hukuman penjara akibat berbagai perkara hukum.

Tokoh pertama adalah Park Geun-hye, mantan Presiden Korea Selatan periode 2013-2017, yang dihukum dalam perkara korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Kedua, Alberto Fujimori, mantan Presiden Peru periode 1990-2000, yang dijatuhi hukuman 25 tahun penjara terkait pelanggaran HAM berat dan pembunuhan.

Ketiga, Najib Razak, mantan Perdana Menteri Malaysia periode 2009-2018, yang menjalani hukuman dalam perkara SRC International yang berkaitan dengan skandal 1MDB.

Keempat, Charles Taylor, mantan Presiden Liberia, yang dijatuhi hukuman 50 tahun penjara oleh Pengadilan Khusus untuk Sierra Leone atas keterlibatannya dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kelima, Hissene Habre, mantan Presiden Chad, yang dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan, penyiksaan, dan kejahatan perang serta dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Keenam, Ehud Olmert, mantan Perdana Menteri Israel, yang menjalani hukuman penjara pada 2016 setelah dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi.

Ketujuh, Ivo Sanader, mantan Perdana Menteri Kroasia, yang tersandung sejumlah perkara korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan hingga harus menjalani hukuman penjara.

Melalui rangkaian contoh tersebut, Yusman Dawolo menekankan bahwa jabatan presiden maupun perdana menteri tidak memberikan kekebalan hukum terhadap tindakan yang melanggar ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga  Pontianak Diselimuti Langit Oranye Mencekam, Jarak Pandang Memburuk Akibat Karhutla

Menurut pesan yang disampaikan dalam unggahannya, setiap orang yang pernah memegang kekuasaan harus tetap mempertanggungjawabkan tindakannya melalui proses hukum yang adil.

Kekuasaan itu hanya titipan. Kalau disalahgunakan, sejarah yang akan menghakimi, demikian pesan penutup dalam unggahan tersebut.

Unggahan itu juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara bijak dan sopan mengenai pentingnya penegakan hukum tanpa memandang jabatan, kedudukan, maupun kekuasaan seseorang.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prinsip persamaan di hadapan hukum merupakan bagian penting dalam kehidupan bernegara dan penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas.

Sosok Yusman Dawolo kembali menunjukkan kelasnya sebagai tokoh yang berwawasan luas, berani, dan peduli terhadap tegaknya hukum. Beliau tidak sekadar bicara soal kekuasaan, tapi mengingatkan kita semua bahwa jabatan itu hanya titipan Tuhan dan amanah rakyat.

Beliau adalah sosok pemersatu, merakyat, peduli, adil, menjunjung tinggi kemanusiaan, dan hidup sederhana. Pesan-pesan beliau selalu menyejukkan, selalu mengedukasi, dan selalu membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya kejujuran dan keadilan.

Kami dari media DiscoveryNews.id memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada Bang YD, Yusman Dawolo, pemimpin yang visioner, pemersatu, merakyat, dan sangat peduli kepada masyarakat.

Kami berharap, Bapak Yusman Dawolo berkenan memberikan tanggapan lanjutan khusus untuk pembaca DiscoveryNews.id terkait pesan besar ini, agar masyarakat semakin semangat, semakin bersatu, semakin percaya, dan semakin yakin bahwa keadilan masih ada untuk semua.

Salut setinggi-tingginya untuk Bang YD. Pemimpin visioner, pemimpin pemersatu, pemimpin yang selalu membawa pesan kebaikan ke mana pun beliau melangkah.

Gunungsitoli 2045 bukan sekadar mimpi. Bersama Bang YD, kita wujudkan. Bersama DiscoveryNews.id, kita kawal.

Redaksi :DiscoveryNews.id
Sumatera Utara

Haris
Author: Haris