GARUT, Discoverynews.id – Mengantisipasi dinamika perubahan cuaca memasuki musim kemarau, Pemerintah Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mengeluarkan imbauan resmi terkait peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta pentingnya pengelolaan sumber daya air secara efisien.
Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi Facebook Kecamatan Cisewu. Camat Cisewu, Ade Poniman, S.Sos., M.Si., M.I.P., A.Kp., menyampaikan bahwa penurunan intensitas curah hujan secara fluktuatif dapat memengaruhi ketersediaan air bersih dan meningkatkan kerentanan terjadinya kebakaran, baik di area permukiman maupun kawasan hutan dan lahan (karhutla).
“Musim kemarau adalah ujian bagi kita semua. Cegah kebakaran, jaga lingkungan, hemat air, selamatkan masa depan. Untuk diri kita, keluarga kita, dan generasi mendatang,” demikian kutipan pernyataan Ade Poniman yang dilansir Discoverynews.id, Selasa (14/7).
Guna meminimalisasi risiko insiden kebakaran, pihak otoritas kecamatan menekankan beberapa poin preventif kepada masyarakat. Di antaranya adalah mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah atau pembersihan lahan secara terbuka tanpa pengawasan, serta mengimbau para pengendara dan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area vegetasi kering.
Selain aspek penanggulangan kebakaran, infografis resmi yang dirilis juga menitikberatkan pada langkah-langkah strategis konservasi air demi menjaga ketahanan pasokan air bersih domestik. Pemerintah kecamatan mengedukasi warga untuk menerapkan pola konsumsi air secara bijak, memastikan seluruh instalasi keran ditutup rapat setelah pemakaian, serta mengoptimalkan penampungan air secara mandiri.
Pihak Pemerintah Kecamatan Cisewu menegaskan bahwa pemeliharaan stabilitas lingkungan merupakan tanggung jawab lintas sektor yang memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Melalui representasi slogan “Bersama Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”, warga diharapkan segera melakukan koordinasi dan pelaporan kepada pihak berwenang terdekat apabila mengidentifikasi adanya titik api atau indikasi potensi gangguan pemukiman dan lingkungan selama masa pancaroba ini.
(Agus R’Cell)







Komentar