PONTIANAK,Discoverynews – Di tengah terganggunya jalur distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat penurunan debit air dan surutnya Sungai Kapuas, Pemerintah Kota Pontianak bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak bergerak cepat mengamankan kestabilan pasokan energi. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menekankan pentingnya pengawasan berlapis pada seluruh rantai penyaluran BBM guna mencegah potensi timbulnya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas. Langkah ini didukung penuh oleh Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, yang menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal kebijakan pengawasan distribusi di wilayahnya.
Sinergi lintas instansi terus dimaksimalkan untuk mengantisipasi pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berupaya memanfaatkan situasi sulit ini demi keuntungan pribadi. Pemkot Pontianak bersama DPRD menjalin koordinasi erat dengan jajaran aparat penegak hukum, termasuk Polresta Pontianak, TNI, dan instansi teknis terkait. Upaya kolaboratif ini dirancang guna memantau pergerakan pasokan bahan bakar secara langsung di lapangan dan memastikan tidak ada simpul distribusi yang sengaja dihambat.
Edi Rusdi Kamtono dan Satarudin menggaris bawahi bahwa kunci sukses pengawasan ini terletak pada soliditas antara pemerintah, aparat, dan peran aktif masyarakat. Keterlibatan publik dinilai sangat vital dalam menjaga transparansi penyaluran BBM di tengah tantangan geografis yang sedang dihadapi. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim penyaluran yang aman, tertib, dan tepat sasaran di seluruh penjuru Kota Pontianak.
Masyarakat Kota Pontianak diimbau untuk turut serta mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi penimbunan maupun penyalahgunaan BBM. Melalui pengawasan terpadu yang melibatkan seluruh elemen daerah ini, pasokan BBM diharapkan tetap tersalurkan dengan lancar sehingga kebutuhan energi warga terpenuhi dan roda perekonomian daerah tetap berjalan stabil.
(Tim/Red)









Komentar