LUWU UTARA, Discoverynews.id – Warga Dusun Saluseba Desa Pincara Kabupaten Luwu Utara, Sulsel setiap hari harus mempertaruhkan nyawa saat melintasi jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Baliase.
Jembatan sepanjang sekitar 100 meter itu merupakan satu-satunya akses masyarakat menuju kebun dan sawah yang menjadi sumber utama mata pencaharian mereka.
Jembatan yang telah berusia puluhan tahun tersebut kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Dari pantauan di lokasi, pada Kamis (30/7/2026) lantai jembatan yang terbuat dari balok kayu tampak lapuk dimakan usia. Sejumlah balok bahkan telah patah, sehingga warga harus melangkah dengan sangat hati-hati agar tidak terperosok.
Kondisi itu diperparah dengan konstruksi jembatan yang terlihat hanya ditopang kawat berukuran kecil yang diikatkan pada tiang kayu yang sudah rapuh. Mengingat jembatan membentang di atas aliran Sungai Baliase, ancaman kecelakaan selalu menghantui setiap warga yang melintas.
Meski kondisinya membahayakan, masyarakat tidak memiliki pilihan lain. Jembatan tersebut menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan permukiman dengan areal perkebunan dan persawahan.
Setiap hari, petani terpaksa melintasi jembatan itu untuk mencari nafkah dan mengangkut hasil panen.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Menurut keterangan masyarakat, belum lama ini telah terjadi insiden yang menimbulkan korban saat jembatan tersebut digunakan. Peristiwa itu semakin memperkuat desakan agar pemerintah segera membangun jembatan baru sebelum jatuh korban berikutnya.
“Kalau jembatan ini putus, kami tidak bisa ke kebun dan sawah. Ini satu-satunya akses kami mencari nafkah. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak dipakai,” ungkap salah seorang warga.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Luwu Utara segera mengambil langkah nyata dengan membangun jembatan baru yang lebih kokoh dan aman. Mereka menilai solusi yang dibutuhkan bukan lagi perbaikan sementara, melainkan penggantian total mengingat usia jembatan yang telah puluhan tahun dan kondisinya yang terus mengalami kerusakan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara maupun instansi terkait mengenai rencana pembangunan jembatan baru.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak berwenang untuk memperoleh konfirmasi agar pemberitaan ini tetap berimbang.









Komentar