Jakarta discoverynews.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data ganda calon penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan tersebut merupakan hasil proses sinkronisasi dan verifikasi data bersama sejumlah kementerian dan lembaga.
Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan data ganda umumnya terjadi karena satu orang tercatat pada lebih dari satu basis data. Sebagai contoh, seorang siswa dapat terdaftar sebagai peserta didik di data Kementerian Pendidikan sekaligus sebagai santri di data pondok pesantren.
“Misalnya seorang siswa SMP yang berada di pondok pesantren tercatat sebagai siswa di data Kemendikdasmen, tetapi juga tercatat sebagai santri di data pondok pesantren.”
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026), yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Sudaryono, pemerintah terus melakukan penyisiran dan sinkronisasi data agar Program Makan Bergizi Gratis dapat disalurkan secara tepat sasaran serta menghindari penerima ganda. Ia menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan untuk meningkatkan akurasi data, bukan mengurangi hak masyarakat yang memenuhi syarat.
BGN bersama kementerian dan lembaga terkait akan melanjutkan pemutakhiran data sebelum penyaluran program dilakukan secara menyeluruh.
Red









Komentar