POLEWALI MANDAR, Discoverynews.id — Kebakaran melanda lahan perkebunan sawit di Dusun Luyo, Desa Luyo, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa malam, 18 Agustus 2026. Kobaran api yang mengancam meluas ke area perkebunan lainnya berhasil dipadamkan setelah personel Polsek Campalagian bersama Polsubsektor Luyo, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat berjibaku melakukan pemadaman.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 19.45 WITA. Warga yang berada di sekitar area perkebunan melihat kobaran api dari arah kebun sawit dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepala dusun. Informasi itu kemudian diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Baru Brigpol Risal bersama personel piket Polsek Campalagian bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 20.15 WITA, personel kepolisian bersama dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dan langsung melakukan upaya pengendalian api.
Petugas bersama warga berusaha memadamkan kobaran api menggunakan peralatan pemadam kebakaran serta sarana seadanya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke lahan perkebunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah lahan milik warga yang ditanami kelapa sawit dan pohon jati terdampak. Lahan milik Rahim dilaporkan terbakar dengan luas sekitar 5 hektare dan menimbulkan estimasi kerugian material sekitar Rp65 juta.
Sementara itu, lahan milik Muhntar dengan luas kurang lebih 6 hektare juga terdampak kebakaran. Kerugian material dari lahan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Dengan demikian, total lahan yang terdampak berdasarkan data awal mencapai sekitar 11 hektare, dengan estimasi kerugian material sekitar Rp165 juta.
Berkat kerja sama dan sinergi antara personel kepolisian, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WITA. Setelah api dinyatakan padam, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab kebakaran. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan.
Kondisi cuaca ekstrem pada musim kemarau serta banyaknya material berupa daun dan ranting kering di sekitar perkebunan diduga dapat mempercepat penyebaran api. Namun, kepolisian tetap mendalami seluruh kemungkinan, termasuk adanya unsur kelalaian, kesengajaan, maupun aktivitas pembakaran lahan tanpa pengawasan.
Polsek Campalagian bersama Polsubsektor Luyo juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di kawasan perkebunan atau lahan terbuka.
Penanganan kebakaran tersebut berlangsung aman, lancar, dan terkendali. Sinergi antara kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas dan mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.









Komentar