Padang, SUMATERA BARAT, discoverynews.id — Politik bukan sekadar soal pemilu, jabatan maupun perebutan kekuasaan. Di balik politik terdapat kekuatan besar yang dapat menentukan arah kehidupan masyarakat, bahkan masa depan sebuah bangsa.
Hal tersebut dikupas secara menarik oleh DR (cand) Ulyadi Yesmar, Lc., MA dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Tokoh Masyarakat Dapil VI Sumatera Barat yang digagas oleh anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Syofian Hendri, S.Pd.I., MM.
Dalam penyampaian materinya, Ustadz Ulyadi membedah berbagai sisi politik secara komprehensif. Mulai dari pengertian politik, urgensi keterlibatan masyarakat, dampak politik, manfaat politik, hingga bagaimana kualitas kehidupan politik di sejumlah negara.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, materi yang cukup serius tersebut mampu dikemas menjadi pembahasan yang mudah dipahami oleh para peserta.
15 Tahun Menuntut Ilmu di Mesir, Ulyadi Bawa Perspektif Politik yang Berbeda
Pengalaman Ustadz Ulyadi yang menghabiskan sekitar 15 tahun menuntut ilmu di Mesir menjadi salah satu kekuatan dalam penyampaian materi.
Ia tidak hanya berbicara mengenai politik berdasarkan teori, tetapi juga memberikan gambaran dan perbandingan kondisi politik di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Mesir.
Perbandingan tersebut disampaikan secara gamblang dengan berbagai ilustrasi sehingga peserta dapat melihat bahwa setiap negara memiliki karakter, sistem, budaya politik serta tantangan yang berbeda.
Pembahasan tersebut membuka perspektif baru bagi peserta bahwa politik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Politik yang baik, kata Ulyadi, dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan kemaslahatan. Sebaliknya, politik yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan masyarakat dan negara.
Pertanyaan Tajam Dijawab dengan Kisah Risalah
Suasana kegiatan semakin hidup ketika sesi pemaparan materi diselingi dengan dialog dan tanya jawab.
Sejumlah peserta tidak segan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis dan tajam terkait persoalan politik serta realitas yang terjadi di tengah masyarakat.
Menariknya, Ustadz Ulyadi menjawab berbagai pertanyaan tersebut bukan hanya dengan pendekatan teori politik, tetapi juga mengaitkannya dengan kisah-kisah dalam risalah dan sejarah perjuangan Islam.
Cara tersebut membuat peserta semakin mudah memahami substansi materi sekaligus melihat bagaimana nilai-nilai moral, kepemimpinan dan tanggung jawab dapat ditempatkan dalam kehidupan politik.
Dialog dua arah yang berlangsung sepanjang kegiatan membuat suasana pendidikan politik jauh dari kesan kaku. Peserta tampak antusias mengikuti setiap pembahasan hingga sesi berakhir.
“Kita Mau Jadi Penonton atau Ikut Berpolitik?”

Di penghujung penyampaian materi, Ustadz Ulyadi memberikan sebuah pertanyaan yang menjadi renungan bagi seluruh peserta.
“Apakah kita akan menjadi penonton politik atau akan ikut dalam berpolitik?”
Pertanyaan tersebut menjadi penutup yang sekaligus membuka ruang perenungan.
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya hanya menjadi objek dalam proses politik. Masyarakat, terutama para tokoh masyarakat, memiliki peran penting dalam menentukan arah kehidupan sosial dan kebangsaan.
Pendidikan politik pun menjadi penting agar masyarakat tidak hanya memahami politik secara permukaan, tetapi mampu melihat politik sebagai bagian dari proses memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan bersama.
Bagi para tokoh masyarakat Dapil VI—yang meliputi Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Kota Sawahlunto—kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya peran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.
Dari ruang pendidikan politik tersebut, satu pesan kuat mengemuka: politik terlalu penting untuk hanya ditonton. Masyarakat harus memiliki pengetahuan, keberanian dan integritas untuk ikut menentukan arah politik demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.









Komentar