LUMAJANG, Discoverynews.id – Industri musik di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, memasuki babak baru. Perusahaan musik Gelora Suara Indonesia (GSI) Record bersama Grahana Suara Publishing (GSP) secara resmi hadir untuk memfasilitasi dan merangkul talenta-talenta berbakat di daerah agar dapat berkiprah di kancah nasional.
GSP didirikan di Kabupaten Lumajang sebagai perusahaan publishing dan label musik yang didanai secara mandiri oleh Yuzki Hamdan bersama sang istri, Emil, serta rekannya, Roby Geiza. Peresmian ini ditandai secara legal melalui penandatanganan akta oleh notaris Deni, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta doa bersama yang dihadiri para musisi lokal, insan media, influencer, dan tamu undangan.
Direktur GSI Entertainment, Roby Geiza, menyampaikan bahwa kehadiran wadah ini berawal dari kegelisahan masa lalu para musisi lokal yang kerap kesulitan menembus label musik besar akibat kendala biaya dan akses. Berdirinya GSP juga mencatatkan sejarah baru sebagai perusahaan music publishing pertama di Jawa Timur yang bertugas mengelola hak cipta serta menjadi rumah perlindungan komersial bagi para pencipta lagu untuk kebutuhan sinetron, film, hingga iklan.
Direktur Grahana Suara Publishing (GSP), Yuzki Hamdan, menambahkan bahwa keberadaan GSP diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, agar karya mereka dapat berkembang dan menembus pasar nasional. Menurut Yuzki, banyak musisi Lumajang yang telah berkarya dan bermain musik, namun masih membutuhkan wadah serta dukungan untuk memperluas jangkauan karyanya.
“GSI dan GSP ini akan menjadi jembatan untuk anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang, agar karyanya bisa sampai ke tingkat nasional,” kata Yuzki. Ia juga menegaskan bahwa GSI dan GSP hadir membawa legalitas resmi untuk menjadi wadah yang lebih serius bagi para musisi lokal.
Sebagai langkah awal, GSI Record meluncurkan karya perdana musisi asal Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Cak Takim. Pria kelahiran 1991 yang berprofesi sebagai pengemudi truk pasir tersebut merilis lagu single andalannya yang berjudul “Sopir” melalui kanal YouTube GSI Entertainment. Cak Takim, yang telah meniti karier bermusik sejak tahun 2009, dikenal memiliki bakat alamiah dalam merangkai lirik dan nada secara orisinal tanpa harus menuliskannya terlebih dahulu.
Mengapresiasi hal tersebut, Roby Geiza mengungkapkan kekagumannya terhadap bakat alami sang musisi. “Cak Takim ini adalah seniman yang benar-benar orisinal. Beliau berangkat dari profesinya sebagai pengemudi truk pasir, lalu melahirkan karya-karya murni dari jiwa seninya,” ujar Roby.
Lagu “Sopir” diciptakan tidak hanya untuk komunitas pengemudi, tetapi juga ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Inginnya semua kalangan. Memang temanya tentang sopir, tetapi targetnya semua kalangan,” ujar Cak Takim.
Selain itu, Cak Takim menegaskan bahwa karya ini membawa pesan moral bagi rekan-rekan seprofesinya agar tetap bertanggung jawab. “Pesannya, kehidupan sopir itu jangan sampai main-main. Harus lempeng, harus lurus, jangan main-main,” tegasnya.
Sementara itu, Roby Geiza menambahkan bahwa promosi karya perdana Cak Takim untuk sementara difokuskan di wilayah Jawa Timur sebelum menyasar pasar nasional. “Untuk awal ini kita fokusnya justru di Jawa Timur dulu untuk mempromosikan karya pertama tulisan Cak Takim, lagu Sopir ini,” jelas Roby.
Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. “Kami sudah mempersiapkan kerja sama dengan banyak influencer dan media untuk mengangkat lagu ini. Kemudian kerja sama dengan masyarakat, khususnya di Lumajang, dan teman-teman Cak Takim di komunitas sopirnya,” ungkapnya.
Momen peluncuran tersebut diwarnai suasana haru saat pihak keluarga menyampaikan dukungan penuh. Cak Takim mengungkapkan rasa syukur mendalam atas kehadiran keluarga yang selalu menjadi pilar utama serta sumber inspirasi terbesarnya dalam berkarya. Momen emosional kian terasa saat sang istri membagikan kisah dan cerita unik di balik proses penciptaan lagu “Sopir”, sementara sang ibunda tak kuasa menahan rasa syukur dan menyampaikan doa mendalam agar usaha sang anak bersama tim senantiasa diberi kelancaran dan kesuksesan.
Melalui kolaborasi antara GSI Record, GSP, musisi, dan media, Lumajang diharapkan mampu melahirkan bintang-bintang baru yang siap bersaing di kancah musik nasional hingga internasional.









Komentar