Mengusung tema “Alloh Melihat Yang Tak Terlihat”, kegiatan ini mendorong budaya kerja amanah dan profesional di lingkungan Cluster Jatim III.
DJATIROTO, Discoverynews.id — Menghadapi Musim Giling 2026, Pabrik Gula (PG) Djatiroto menegaskan bahwa keberhasilan korporasi tidak hanya diukur dari target produksi, tetapi juga dari integritas dan tanggung jawab moral dalam setiap proses kerja.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui “Kajian Penguatan Giling Berintegritas” bertema “Alloh Melihat Yang Tak Terlihat” di Gedung Graha Sabha Wiratama, PG Djatiroto, Rabu (2/9/2026). Acara ini menghadirkan Ustadz Yus Ibnu Yasin dari Makna Consulting dan diikuti seluruh Insan Nusantara Entre Planters Cluster Jatim III.
Dalam ceramahnya, Ustadz Yus Ibnu Yasin menegaskan bahwa integritas sejati diuji saat tidak ada pimpinan, kamera pengawas, atau sistem kontrol yang memantau.
“Ketika manusia tidak melihat, Alloh tetap melihat. Ketika tidak ada yang mengawasi, integritas tetap harus dijaga.”
Kesadaran spiritual bahwa setiap tindakan senantiasa berada dalam pengawasan Alloh SWT diharapkan menjadi kompas moral dan benteng disiplin bagi seluruh karyawan dalam menjalankan tugasnya.
Manajemen menekankan bahwa Musim Giling 2026 merupakan momentum strategis untuk menopang ketahanan gula nasional. Namun, pencapaian target tidak boleh mengabaikan etika dan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Seluruh insan perusahaan imbau tidak hanya memastikan pekerjaan selesai, tetapi juga memastikan tugas dilakukan secara benar, jujur, dan amanah.
Integritas diposisikan sebagai budaya kerja nyata—mulai dari kejujuran laporan, kepatuhan prosedur, menjaga aset perusahaan, hingga berani menolak penyimpangan. Lewat kesadaran moral dan profesionalisme ini, PG Djatiroto optimistis menyukseskan Musim Giling 2026 yang membawa keberkahan bagi perusahaan dan masyarakat.
“GILING BERINTEGRITAS, BEKERJA DENGAN AMANAH, BERKARYA UNTUK NEGERI.”









Komentar