Discoverynews.id-TEBO, JAMBI Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Karhutla di Pusat Informasi Konservasi Gajah, Kabupaten Tebo, Selasa (8/9/2026).
Rakor kali ini tidak hanya membahas langkah penanggulangan Karhutla, tetapi juga secara khusus menyoroti konservasi gajah dan perlindungan habitatnya sebagai bagian penting dalam penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan.
Keberadaan kawasan konservasi gajah memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian satwa liar sekaligus mempertahankan ekosistem hutan. Ancaman Karhutla berpotensi merusak habitat dan mengganggu kehidupan satwa, sehingga diperlukan langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan secara terpadu.
Danrem 042/Gapu menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama melalui penguatan pencegahan, pemantauan titik rawan, kesiapsiagaan personel, serta respons cepat apabila terjadi kebakaran.
“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama. Kita tidak hanya memadamkan api, tetapi juga harus menjaga hutan, lingkungan dan habitat satwa yang ada di dalamnya,” menjadi perhatian dalam pelaksanaan Rakor.
Rakor diikuti Kalaksa BPBD Provinsi Jambi, Kepala BKSDA Jambi, Bupati Tebo, Kasiops Korem 042/Gapu, Dandim 0416/Bute, serta para Kepala OPD Kabupaten Tebo.
Melalui Rakor tersebut, seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam menghadapi potensi Karhutla, sekaligus memastikan kawasan konservasi dan habitat gajah tetap terlindungi dari ancaman kebakaran.
Kolaborasi TNI, pemerintah daerah, BKSDA, BPBD dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat penanganan Karhutla serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tebo.
Sumber:Penrem 042/Gapu









Komentar