Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Discoverynews.id – Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di SMPN 3 Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya terealisasi pada tahun 2026. Pembangunan tersebut dilakukan karena sejumlah bangunan sekolah sebelumnya dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan.
Kepala SMPN 3 Manonjaya, Supratman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah sejak awal telah mengajukan usulan perbaikan terhadap sejumlah bangunan yang kondisinya sudah membutuhkan renovasi.
“Alhamdulillah di tahun 2026 ini, harapan saya yang mungkin sudah dinanti-nanti sekian lama, yang diusulkan akhirnya terkabul dan terlaksana. Kami mendapatkan Bantuan Program Pemerintah Revitalisasi,” ujar Supratman saat di wawancarai awak media Selasa, (15/9/2026)
Menurutnya, proses program tersebut telah berlangsung cukup panjang, mulai dari pembentukan panitia, pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) di Jakarta, hingga pelaksanaan pembangunan di sekolah.
Pembangunan berlangsung selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak Mei hingga Agustus 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kerja. Saat ini, progres fisik pembangunan telah mencapai 100 persen.
“Proses pembangunan sudah berjalan empat bulan dari bulan Mei sampai selesai bulan Agustus ini, 120 hari kerja. Sampai saat ini proses pembangunan sudah 100 persen selesai. Kami tinggal menyusun dan melengkapi persyaratan untuk pelaporan,” jelasnya.
Meski pembangunan telah selesai, bangunan sekolah tersebut belum dapat langsung digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal itu karena proses administrasi, termasuk penyelesaian progres keuangan dan dokumen serah terima, masih dalam tahap penyelesaian.
Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar SMPN 3 Manonjaya masih dilaksanakan di luar lingkungan sekolah. Pihak sekolah pun melakukan koordinasi dengan sekolah dasar terdekat, yakni SDN Cikareyo, dengan pengawasan dari Dinas Pendidikan.
“Kami bekerja sama dengan sekolah SD. Kebetulan ada SD yang terdekat, SDN Cikareyo. Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pengawas dari Dinas Pendidikan agar kami bisa menumpang belajar di sekolah SD tersebut,” ungkap Supratman.
Berdampak Positif bagi Sekolah dan Masyarakat
Supratman menilai adanya Program Revitalisasi tersebut memberikan dampak positif bagi SMPN 3 Manonjaya. Kondisi bangunan sekolah saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya sehingga diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran para siswa.
Selain memberikan manfaat terhadap sarana pendidikan, pembangunan juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pelaksanaan pembangunan membuka kesempatan kerja bagi warga di sekitar sekolah, sementara aktivitas belanja material turut menggerakkan toko maupun penyedia bahan bangunan di wilayah sekitar.
“Dengan adanya pembangunan atau perbaikan sekolah, memberikan manfaat ketenagakerjaan dan bisa merekrut pekerja-pekerja dari sekitar sekolah. Termasuk juga perputaran pembelanjaan dari toko-toko atau material yang ada di sekitar wilayah tersebut,” katanya.
Adapun fasilitas yang mendapatkan perbaikan melalui Program Revitalisasi tersebut meliputi delapan ruang kelas, ruang administrasi, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA, serta toilet.
Total anggaran yang dialokasikan untuk program revitalisasi tersebut mencapai sekitar Rp2,4 miliar.
Berharap Mendapat Bantuan Lanjutan
Supratman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, yang telah membantu merealisasikan program revitalisasi di SMPN 3 Manonjaya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya yang telah membantu kami menggulirkan program ini. Harapannya, mudah-mudahan program ini bermanfaat buat sekolah kami,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa revitalisasi tahun ini belum menyelesaikan seluruh kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Masih terdapat beberapa bangunan dan ruang yang membutuhkan renovasi karena keterbatasan anggaran tahun 2026.
“Meskipun sekolah kami belum semuanya tuntas, ada beberapa bangunan yang masih perlu diperbaiki. Untuk tahun ini anggarannya terbatas sehingga tidak ter-cover untuk keseluruhan,” tuturnya.
Ia berharap pada tahun anggaran berikutnya SMPN 3 Manonjaya kembali mendapatkan dukungan program revitalisasi sehingga ruang-ruang yang belum tersentuh perbaikan dapat segera direnovasi.
“Mudah-mudahan harapan dari kami, tahun berikutnya bisa mendapatkan bantuan lagi untuk ruang-ruang kelas yang masih belum diperbaiki,” pungkasnya. (UR)









Komentar