Manggarai Timur, DiscoveryNewsId – Jalan hancur, rakyat menjerit. Hal tersebut nampak di Ruas Jalan Provinsi Benteng Jawa – Dampek, Kecamatan Lamba Leda dan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat pesisir utara Flores itu kini rusak parah, berlubang besar dan berubah menjadi kubangan kerbau saat hujan. Warga yang melintas harus bertaruh nyawa.

Kondisi memprihatinkan itu akhirnya membuat Anggota DPRD Provinsi NTT, Inosensius Fredy Mui, angkat bicara dengan nada kecewa. Juma’t, 18/09/2026.
“Setiap saya turun reses, warga hanya tanya satu hal: Kapan jalan kami dikerjakan? Sampai kapan Jalan Dangka Mangkang Benteng Jawa – Dampek dibiarkan hancur seperti ini?” tegas Inosensius
Legislator senior DPRD NTT Dapil Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur) itu menegaskan, status jalan tersebut adalah Jalan Provinsi, sehingga menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi NTT.
Menurutnya, jalan ini sebenarnya sudah masuk SK sejak 2023 dan semestinya bisa diintervensi pada tahun 2025.
“Tahun 2023 lalu, jalan tersebut sudah dikerjakan dengan volume 9 kilometer dari Dampek hingga Kampung Tanah Bakok perbatasan Kampung Wae Tua dengan menggunakan dana Instruksi Presiden (Inpres). Sisa ruasnya yang hancur ini harusnya dilanjutkan lagi. Genjot di pendapatan daerah, terutama pajak kendaraan,” jelasnya.
Inosensius mengakui, kondisi keuangan daerah memang sedang berat pasca pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat. Namun, itu bukan alasan untuk melupakan Manggarai Timur.
Tak mau hanya beretorika, Inosensius bersama sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT lainnya, termasuk Selin Lana, mengaku telah menggedor meja rapat di DPRD NTT.
Ia mendesak Dinas PUPR Provinsi NTT untuk segera menurunkan alat berat dan memprioritaskan Jalan Benteng Jawa – Dampek di APBD 2026.
“Saya sudah soroti langsung di Komisi yang membidangi infrastruktur. Saya minta jangan hanya janji. Masyarakat Lamba Leda butuh bukti. Butuh ekskavator dan hotmix masuk sekarang, bukan tahun depan,” desaknya.
Ia berjanji akan menjadi jembatan rakyat dan mengawal ketat aspirasi warga Lamba Leda hingga tuntas.
“Saya dipilih oleh rakyat Manggarai Raya, dari Selat Sape sampai Wae Mokel. Saya akan jadi jembatan rakyat. Saya tidak akan diam sebelum jalan provinsi di Lamba Leda mulus,” pungkasnya.
Senada dengan itu Gubernur NTT Melkiades Laka Lena juga sudah menyampaikan melalui sejumlah media bahwa ruas Jalan Benteng Jawa – Dampek di Manggarai Timur menjadi prioritas.
Kini warga Lamba Leda menanti. Apakah sorotan keras dari DPRD NTT ini akan dijawab dengan deru alat berat dari Pemprov NTT, atau kembali hanya menjadi janji manis di atas kertas?
***Afrianus Cundul/Red










Komentar