Musi Banyuasin, Discoverynews.id – Sebuah prosesi lamaran di Desa Ulak Teberau, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, menyita perhatian publik dan viral di berbagai media sosial dalam waktu singkat. Pasalnya, mempelai pria yang berasal dari Kecamatan Sanga Desa, tepatnya wilayah Keban, datang membawa uang antar yang nilainya sungguh luar biasa fantastis.

Bukan jutaan biasa, bukan puluhan juta te tapi calon pengantin pria tersebut menyerahkan uang tunai sebesar Rp500 juta, ditambah dengan perhiasan emas seberat 20 suku sebagai tanda keseriusan dalam melamar pasangannya. Total nilai pemberian tersebut bahkan menyentuh angka setengah miliar rupiah, sebuah angka yang tak pelak membuat warga Muba maupun warganet merasa takjub sekaligus terkesima.
Prosesi penuh kemewahan ini berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026. Meski baru sebatas tahap lamaran, pemberian yang diserahkan dinilai sebagai salah satu uang antar termahal dan paling megah di Kabupaten Musi Banyuasin sepanjang tahun ini.

Video prosesi tersebut pun langsung menyebar luas di media sosial, memicu berbagai reaksi dari warganet. Tak sedikit yang menyebut sang calon pengantin pria sebagai “Sultan dari Keban”, sementara yang lain tak henti-hentinya mengagumi besarnya nominal yang diserahkan.
Peristiwa ini pun menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat, membuktikan bahwa tradisi lamaran di Bumi Serasan Sekate bisa berlangsung begitu megah dan penuh kesan mendalam.










Komentar