Musi Rawas Utara, Discoverynews.id – Kondisi musim kemarau yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dampak dari kondisi tersebut tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.
Merespons kondisi tersebut, Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Musi Rawas Utara menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan sosial dengan membagikan masker secara gratis kepada para pelajar.
Kegiatan kepedulian tersebut dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, dengan menyasar sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Rupit, yakni SMP Negeri 2 Rupit, SD Negeri 2 Rupit, SD Negeri 5 Rupit, dan SD Negeri 6 Rupit.
Pembagian masker ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya kewaspadaan terhadap Karhutla. Para pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian karena aktivitas belajar mengajar mengharuskan mereka berada di luar maupun di lingkungan sekolah dalam waktu yang cukup lama.
Ketua IWO Muratara, Aan Jumadi Robiansyah, S.IP, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi wartawan terhadap kondisi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang dinilai perlu mendapatkan perlindungan ketika kualitas udara terganggu akibat asap.
Menurutnya, masker memang bukan solusi untuk mengatasi persoalan Karhutla secara keseluruhan. Namun, pembagian masker diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mengurangi paparan debu dan partikel asap yang terhirup oleh para pelajar.
“IWO Muratara merasa prihatin melihat kondisi kemarau yang cukup panjang dan adanya Karhutla di sejumlah wilayah. Dampaknya tentu bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang harus tetap menjalankan aktivitas belajar,” ujar Aan.
Ia menjelaskan, kegiatan IWO Peduli tersebut juga menjadi bagian dari peran sosial wartawan di tengah masyarakat. Selain menjalankan fungsi jurnalistik sebagai penyampai informasi, insan pers menurutnya juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di daerah.
“Kami ingin hadir dan mengambil bagian dalam kondisi seperti ini. Apa yang kami lakukan mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi anak-anak. Setidaknya masker yang dibagikan dapat digunakan saat kondisi udara berdebu atau ketika asap mulai mengganggu aktivitas mereka,” katanya.
Aan juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap ancaman Karhutla selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
“Pencegahan harus dilakukan bersama. Jangan sampai kelalaian kecil menyebabkan kebakaran yang kemudian berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” lanjutnya.
IWO Muratara juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan anak-anak. Paparan asap dan udara yang tidak sehat dapat mengganggu kenyamanan serta aktivitas belajar. Karena itu, orang tua dan pihak sekolah diharapkan turut memperhatikan kondisi kesehatan siswa ketika kualitas udara memburuk.
Pihak sekolah juga diharapkan dapat mengingatkan para siswa untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, menjaga kebersihan diri, serta segera menyampaikan kepada orang tua maupun guru apabila mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak atau iritasi akibat kondisi udara.
Kegiatan pembagian masker tersebut mendapat sambutan dari lingkungan sekolah. Masker yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para siswa sebagai salah satu bentuk perlindungan ketika beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Melalui kegiatan tersebut, IWO Muratara menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kondisi kemarau dan ancaman Karhutla diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak.
IWO Muratara berharap gerakan kepedulian serupa dapat terus dilakukan dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi dampak musim kemarau di Kabupaten Musi Rawas Utara.
“Kami tidak ingin hanya memberitakan persoalan yang terjadi. Ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan kepedulian, IWO juga ingin hadir memberikan manfaat sesuai kemampuan yang kami miliki,” pungkas Aan Jumadi Robiansyah.





Komentar