oleh

Ketua DPRD Pontianak Minta Sekolah Diperpanjang Libur Pemkot Tidak Terburu-Buru Buka Sekolah: Kualitas Udara Kota Pontianak Kian Mengkhawatirkan

PONTIANAK, Discoverynews.id — Kondisi kualitas udara di Kota Pontianak belakangan ini terus menunjukkan tingkat keparahan yang mengkhawatirkan akibat kepungan kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketebalan asap yang menyelimuti area pemukiman dan jalanan tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kalangan pelajar yang saban hari harus beraktivitas di luar rumah.

Discovery Photo Eksklusif

Momen Terbaik Hari Ini

Jelajahi kumpulan foto pilihan dengan cerita visual yang memukau dan penuh inspirasi di balik setiap lensanya.

Menanggapi situasi yang kian mengancam tersebut, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, S.H., M.H., angkat bicara dan mendesak pihak eksekutif untuk mengambil tindakan nyata.

“Kesehatan anak-anak kita harus menjadi prioritas utama. Melihat paparan ISPU yang terus memburuk, terutama pada pagi dan sore hari, kami mendesak Pemkot Pontianak untuk menunda pembukaan sekolah. Jangan terburu-buru mengembalikan anak-anak ke sekolah sampai indeks kualitas udara benar-benar aman,” ujar Ketua DPRD Kota Pontianak.

Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), konsentrasi partikel debu berbahaya (PM2.5) di langit Pontianak sempat menyentuh kategori Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan penyakit saluran pernapasan (ISPA), khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

Pihak DPRD juga mengingatkan bahwa pelaksanaan proses belajar mengajar secara daring (PJJ) dapat dimaksimalkan kembali agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kesehatan mereka. Pemkot Pontianak diharapkan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi harian sebelum mengambil keputusan terkait pembukaan aktivitas persekolahan.

Beliau meminta Pemerintah Kota Pontianak melalui Wali Kota agar segera memperpanjang masa libur sekolah tatap muka dan mengalihkan proses belajar mengajar kembali ke sistem daring demi melindungi para siswa dari ancaman paparan udara beracun.

Langkah tegas ini dinilai sangat krusial mengingat anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit saluran pernapasan seperti ISPA akibat menghirup udara berpolusi tinggi.

Satarudin menegaskan bahwa keselamatan serta kesehatan para siswa harus menjadi prioritas utama di atas segalanya, sehingga kebijakan meliburkan aktivitas fisik di sekolah perlu diterapkan sampai kondisi kualitas udara benar-benar kembali aman.

Dalam keterangannya pada wawancara Jumat (25/09/2026), Satarudin menyampaikan bahwa keputusan terkait operasional sekolah sebaiknya tidak diambil secara terburu-buru, melainkan harus terus memantau indikator dan data resmi.

Ia meminta agar Pemerintah Kota senantiasa menyelaraskan kebijakan pendidikan dengan perkembangan data kualitas udara terupdate yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Lebih lanjut, Satarudin mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, ancaman paparan kabut asap diperkirakan masih berpotensi berlangsung cukup lama hingga beberapa waktu ke depan.

Gambaran cuaca buruk dan kondisi atmosfer saat ini menunjukkan bahwa potensi pekatnya asap masih dapat menyelimuti wilayah Pontianak dan sekitarnya jika belum ada perubahan cuaca yang signifikan.

Melihat situasi geografis dan cuaca yang memprihatinkan ini, harapan besar bertumpu pada faktor alam untuk membantu mengurai kepekatan polusi asap di langit Kota Pontianak.

Kehadiran curah hujan yang deras serta hembusan angin yang kuat sangat dinantikan agar mampu menyapu bersih partikel asap dan memulihkan kesegaran udara kota.

Satarudin menutup keterangannya dengan berharap fenomena kabut asap ini dapat segera mereda seiring datangnya hujan,hingga kondisi atmosfer dipastikan benar-benar membaik, seluruh pihak diimbau untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan anak-anak sekolah dari bahaya kabut asap yang melanda.

Wartawan: (Sony Afrizal)

Dukungan Sponsor

Dukung Jurnalisme Independen Discovery News

Bantu kami terus menyajikan berita akurat, mendalam, dan terpercaya untuk masyarakat. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kelangsungan media kami.

☕ Dukung Sekarang

Komentar