Pada 1962, jurnalis Inggris Brendon Grimshaw membeli Pulau Moyenne di Seychelles. Saat itu, pulau tersebut dalam kondisi terbengkalai dan tandus. Ia membelinya dengan harga £8.000.
Namun Grimshaw tidak melihat Moyenne sekadar sebagai sebidang tanah atau aset yang suatu hari bisa dijual kembali.
Bersama René Lafortune, ia menghabiskan puluhan tahun memulihkan pulau tersebut. Mereka menanam sekitar 16.000 pohon, membuat sekitar 4,8 kilometer jalur, serta membantu mengembalikan kehidupan satwa di Moyenne.
Pulau yang dahulu tampak tandus perlahan berubah menjadi kawasan hijau yang dipenuhi kehidupan.
Grimshaw bahkan pernah disebut mendapat tawaran sekitar US$50 juta untuk menjual Moyenne. Namun ia menolaknya. Ia memilih mempertahankan pulau tersebut dan menjadikannya bagian dari kawasan yang dapat dinikmati serta dilindungi untuk kepentingan publik.
Pada 2008, Moyenne kemudian ditetapkan sebagai bagian dari taman nasional Seychelles.
Grimshaw meninggal pada 2012. Ia pergi, tetapi pulau itu tetap ada.
Dari sebuah pulau yang pernah tandus, lahirlah sebuah pelajaran tentang waktu, ketekunan, dan pilihan manusia.
Dan dari kisah itu kita bisa melihat kembali peran seorang jurnalis.
Jurnalis mungkin tidak selalu memiliki uang untuk membeli sebuah pulau. Tidak selalu memiliki kekuasaan untuk mengubah keadaan. Bahkan sering kali hanya memiliki pena, kamera, buku catatan, dan keberanian untuk bertanya.
Tetapi jangan pernah menganggap itu kecil.
Sebab jurnalis memiliki kemampuan untuk membuat sesuatu yang nyaris tidak terlihat menjadi terlihat oleh masyarakat.
Ia mencatat apa yang terjadi hari ini agar generasi berikutnya tahu apa yang pernah terjadi kemarin.
Sebuah pulau yang tandus bisa berubah menjadi hutan.
Sebuah perjuangan yang sunyi bisa berubah menjadi sejarah.
Dan sebuah kisah yang ditulis dengan benar bisa membuat perjuangan seseorang tidak mati bersama orangnya.
Jurnalis mungkin tidak selalu mengubah dunia dengan tangannya. Tetapi ia mempunyai tanggung jawab untuk mencatat orang-orang yang berusaha mengubah dunia dengan tangan mereka.










Komentar