GORONTALO – Sebanyak 56 tim pelajar dari berbagai SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Provinsi Gorontalo bersaing dalam Transbahasa Championship yang digelar di Bandayo Yiladia, Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo.
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan sekaligus menguji keberanian dalam berkompetisi secara sportif.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang hadir dalam kegiatan itu memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak takut memiliki cita-cita tinggi dan terus mengembangkan kemampuan sejak usia muda.
Menurut Idah, Transbahasa Championship tidak semata-mata menjadi ajang untuk menentukan siapa yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus melatih cara berpikir dan bertindak.
“Kegiatan yang adik-adik ikuti sekarang bukan hanya sekadar mencari siapa pemenang. Tetapi ajang ini adalah sebuah peluang besar untuk mengevaluasi kemampuan setiap siswa sesuai dengan keahlian masing-masing, termasuk melatih kemampuan adik-adik, baik dalam berpikir maupun bertindak,” ujar Idah.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak membatasi diri dalam bermimpi. Menurutnya, kemampuan bahasa dapat menjadi salah satu bekal penting untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan hingga membuka peluang kerja di tingkat internasional.
“Mudah-mudahan yang di sini tidak ada yang tidak punya cita-cita. Jangan pernah takut untuk bercita-cita. Setelah lulus SMA, kalian bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, mengikuti kursus bahasa Inggris, bahasa Jepang, Mandarin atau Jerman, bahkan menjadi pekerja migran. Semua itu harus dipersiapkan dengan baik,” terang Idah.
Wagub Idah juga mendorong generasi muda Gorontalo memanfaatkan masa sekolah untuk memperbanyak pengalaman, terus belajar, menuntut ilmu dan berani mencari tahu berbagai hal yang belum diketahui.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, wawasan dan kemampuan pelajar untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Transbahasa Gorontalo Novrianto Napu mengatakan, Transbahasa Championship menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam memperluas pengetahuan dan wawasan.
Menurutnya, ruang kompetisi bagi pelajar tetap penting di tengah perkembangan teknologi dan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin berkembang.
“Tahun ini sudah jadi tahun kedua pelaksanaan Transbahasa Championship. Konsepnya mirip seperti cerdas cermat. Masing-masing sekolah bertanding secara sportif, bukan hanya mengasah kemampuan di bidang bahasa, tetapi juga bidang yang lebih luas seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial dan lainnya,” jelas Novrianto.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 56 tim ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Rinciannya, 39 tim tingkat SMP sederajat dan 17 tim tingkat SMA sederajat.
Transbahasa Championship tahun ini juga menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya. Panitia menyediakan trofi bergilir yang akan diperebutkan setiap tahun.
Trofi tersebut akan diserahkan kepada tim yang berhasil menjadi pemenang untuk dipertahankan hingga pelaksanaan kompetisi berikutnya.
Dengan konsep tersebut, Transbahasa Championship tidak hanya menjadi arena adu kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar Gorontalo untuk membangun kepercayaan diri, sportivitas, keberanian berkompetisi dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.










Komentar