PASANGKAYU, Discoverynews.id – Bhabinkamtibmas Polsek Pasangkayu Bripka Ardianto, S.H., kembali menunjukkan peran aktifnya dalam membantu menyelesaikan persoalan warga melalui pendekatan problem solving.
Mediasi digelar pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 10.30 WITA di Kantor Camat Tikke Raya, Desa Jengeng Raya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.
Mediasi tersebut dilakukan menyusul insiden kendaraan roda enam bermuatan kelapa sawit yang terbalik di Jalan Poros Tikke, tepatnya di depan lokasi pasar malam, pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.
Dalam insiden tersebut, kendaraan bermuatan kelapa sawit itu diduga kehilangan keseimbangan akibat kondisi jalan yang miring. Selain itu, sejumlah kendaraan roda dua yang terparkir di pinggir jalan turut menjadi faktor yang menyebabkan tujuh unit sepeda motor tertimpa ketika kendaraan tersebut terbalik.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Tikke Bripka Ardianto mempertemukan pihak-pihak yang terlibat untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan.
Melalui proses mediasi dan musyawarah, para pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut dengan membagi biaya perbaikan kendaraan roda dua menjadi tiga bagian.
Pembiayaan tersebut ditanggung bersama oleh pemilik kendaraan roda enam, pemilik kendaraan roda dua yang terdampak, serta penanggung jawab pasar malam.
Sebanyak tujuh unit sepeda motor yang mengalami kerusakan selanjutnya dibawa ke salah satu bengkel di Dusun Mekar, Desa Tikke, untuk dilakukan pemeriksaan sekaligus perbaikan.
Kapolsek Pasangkayu IPTU Candra Boyke Ombong melalui Bhabinkamtibmas Desa Tikke Bripka Ardianto, S.H., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya Polri membantu menyelesaikan berbagai persoalan secara cepat, humanis, dan mengedepankan musyawarah.
“Problem solving ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penyelesaian secara musyawarah diharapkan dapat memberikan rasa keadilan dan menghindarkan persoalan tersebut berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran peran Bhabinkamtibmas yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung dalam mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Dengan pendekatan yang humanis dan mengedepankan komunikasi, persoalan kerusakan tujuh sepeda motor tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan diterima oleh pihak-pihak yang terlibat.










Komentar