MAMUJU, Discoverynews.id – Kecelakaan tunggal yang melibatkan Bus Neo Trans rute Makassar-Palu terjadi di kawasan Gerbang Salupangi, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 07.15 Wita. Bus tersebut terbalik setelah diduga mengalami pecah ban belakang yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.
Merespons laporan masyarakat melalui layanan Call Center, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Barat bergerak cepat menerjunkan tim medis untuk mengevakuasi dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban.
Atas perintah Kabid Dokkes Polda Sulbar, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara TK IV Mamuju langsung mengerahkan tim medis ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim yang terdiri atas dokter dan perawat dengan kompetensi kegawatdaruratan BTCLS tersebut didukung tiga unit ambulans untuk mempercepat proses evakuasi.
Penerapan prinsip Zero Delay menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan korban. Tim medis dilaporkan tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah menerima laporan. Seluruh korban yang berjumlah 26 orang, terdiri atas 22 penumpang dan empat kru bus, berhasil dievakuasi dalam waktu sekitar satu jam.
Penanganan dilakukan secara terpadu melalui pertolongan pertama di lokasi kejadian serta rujukan ke RS Bhayangkara TK IV Mamuju dan RSUD Regional Sulawesi Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap korban memperoleh penanganan medis sesuai dengan tingkat keparahan luka yang dialami.
Penanganan intensif dipimpin langsung oleh Kasubbid Kespol bersama Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara yang juga merupakan dokter spesialis bedah. Tim medis memprioritaskan korban dengan kondisi luka berat agar segera mendapatkan tindakan yang diperlukan, termasuk penanganan bedah dan upaya penghentian perdarahan.
Berdasarkan data penanganan sementara, dari total 26 korban, sebanyak enam orang mengalami luka berat, delapan orang luka sedang, tujuh orang luka ringan, sedangkan lima orang lainnya tidak mengalami keluhan.
Kecepatan penanganan tersebut didukung sinergi Biddokkes Polda Sulbar, RS Bhayangkara, RSUD Regional Sulbar, Satuan Lalu Lintas, dan Polsek Mamuju Kota. Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) bersama instansi terkait juga melakukan pendataan identitas korban sejak dari lokasi kecelakaan untuk mendukung proses penanganan dan penyampaian informasi kepada keluarga.
Selain penanganan medis, RS Bhayangkara TK IV Mamuju mengaktifkan posko informasi keluarga guna memudahkan kerabat memperoleh perkembangan kondisi korban. Langkah ini diharapkan dapat membantu keluarga mendapatkan informasi yang jelas di tengah situasi darurat.
Biddokkes Polda Sulbar juga menyiapkan tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban yang mengalami syok akibat kecelakaan tersebut.
Respons cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam penanganan kecelakaan ini. Selain memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan, langkah tersebut juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan layanan medis dalam menghadapi situasi darurat di wilayah Sulawesi Barat.










Komentar