oleh

Diduga Pelaksana Bungkam Saat Dikonfirmasi, Kepsek SDN Mekarsari 3 Desak Hasil Pekerjaan Berkualitas

Pandeglang- Discoverynews-id- Proyek pengerjaan rehabilitasi sedang/berat perpustakaan sekolah di SDN Mekarsari 3, Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang menuai sorotan tajam. Pasalnya, pelaksanaan pengerjaan fisik di lapangan terindikasi mengabaikan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta menyisakan kejanggalan pada kualitas material konstruksi.

Berdasarkan pantauan langsung awak media di lokasi, para pekerja tampak melakukan aktivitas konstruksi tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) K3. Padahal, pada papan informasi proyek jelas terpasang imbauan tegas mengenai pentingnya penerapan K3 demi meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik. (15 Oktober 2026)

Tidak hanya mengabaikan keselamatan kerja, mutu fisik bangunan pun patut dipertanyakan. Pengecoran beton sloof diduga dikerjakan secara asal-asalan hingga ditemukan bagian yang berlubang dan keropos. Kejanggalan lain terlihat pada material rangka atap  penggunaan baja ringan kanal C diduga tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI), serta material reng baja ringan yang terpasang terindikasi sangat lentur dan tidak kokoh.

Berdasarkan data yang tertera pada papan informasi proyek (Surat Perjanjian Kerja/Kontrak Nomor: 400.3.13.2/SP.01.PPK.Konst.TN.SD.3-Disdikpora/2026), kegiatan ini dibiayai dari anggaran APBD II-DAU SG.

Total HPS  (Harga Perkiraan Sendiri): Rp412.048.755,00, dengn nilai Kontrak Rp392.675.300,00, terbilang (Tiga Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Tiga Ratus Rupiah)

Kontraktor Pelaksana CV. KARYA BERSAMA

Masa Pelaksanaan: 90 hari kalender (23 September 2026 – 21 Desember 2026)

Adapun paket rehabilitasi perpustakaan ini mencakup tiga sasaran sekolah di wilayah Kabupaten Pandeglang, yakni SDN Mekarsari 3 Kecamatan Panimbang, SDN Sukacai 2 Kecamatan Jiput, dan SDN Pasirgadung 1 Kecamatan Patia

Dalih Pekerja dan Besaran Upah
Saat dikonfirmasi mengenai minimnya penggunaan atribut K3, salah seorang pekerja di lokasi berdalih bahwa kelengkapan K3 sebenarnya telah disediakan oleh pihak penyedia jasa.

Baca Juga  Resmi Bergabung Dengan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia F-SPGI siap Kawal RUU Ketenagakerjaan

“Biasanya dipakai, baru sekarang tidak memakai soalnya sambil menunggu pasir, makanya tidak saya pakai. Kalau rompi dan lainnya ada,” dalih salah satu pekerja di lokasi.

Ia juga menguraikan skema pengupahan harian serta keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut.

“Bekerja di sini dibayar Rp120 ribu untuk tukang dan Rp100 ribu untuk helper. Orang sini juga sempat datang ingin kerja, tetapi ditunggu-tunggu tidak muncul terus,” tambahnya.

Menanggapi kondisi pengerjaan di lingkungannya, Kepala Sekolah SDN Mekarsari 3 menyatakan bahwa pihak sekolah turut mengawasi jalannya proses rehabilitasi. Ia mengaku telah mewanti-wanti kontraktor pelaksana agar bekerja sesuai aturan dan mengutamakan kualitas.

“Saya juga ikut mengontrol terkait rehabilitasi perpustakaan itu. Sudah saya sampaikan kepada pelaksana agar pengerjaan harus rapi, mulai dari kusen dan bagian lainnya,” tegas Kepala Sekolah saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, keterlibatan sekolah dalam pengawasan dilakukan, demi kepentingan anak didik dan keberlangsungan fasilitas pendidikan yang memadai.

“Dari kemarin-kemarin sudah saya sampaikan, jangan sampai asal-asalan. Sebab saya selaku pihak penerima manfaat menginginkan hasil yang benar-benar rapi dan berkualitas,” pungkasnya.

Sementara Dadan selaku pelaksana proyek tersebut ketika dipintai keterangan di lokasi proyek sekolah SDN Mekarsari 3 tepatnya pada pukul 12:00 WIB, diduga enggan memberikan keterangan, tanggapan, ataupun klarifikasi, terkait dugaan-dugaan tersebut.

Juhadi GML

Juhadi geembol
Author: Juhadi geembol