LUWU UTARA, Discoverynews.id – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Baliase, Kabupaten Luwu Utara, kembali menjadi sorotan. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang semula terlihat sepi dari aktivitas pelangsir disebut mendadak dipadati kendaraan ketika mobil tangki pengangkut BBM tiba untuk melakukan pengisian stok.
Kondisi tersebut memunculkan keluhan masyarakat. Warga menduga kedatangan mobil tangki menjadi momen yang dimanfaatkan puluhan unit kendaraan yang disinyalir terparkir dekat SPBU 74.919.94 ini dan digunakan untuk melangsir BBM.
“Sepi sebelum ada tangki, tetapi begitu tangki datang langsung diserbu, dan mereka malah tak peduli warga pengguna,” ungkap J seorang warga yang mengeluhkan situasi tersebut, Senin (19/10/26).
Menurut warga, kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai pola pelayanan BBM di SPBU Baliase. Mereka berharap pengelola SPBU dapat memastikan pelayanan berjalan tertib, transparan, dan tidak merugikan masyarakat yang membeli BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Diduga Padat Saat Stok BBM Tiba
Sorotan masyarakat terutama tertuju pada kendaraan yang disebut-sebut berulang kali melakukan pengisian BBM. Warga meminta agar aktivitas tersebut diawasi untuk memastikan apakah pengisian dilakukan sesuai ketentuan atau justru mengarah pada praktik pelangsiran.
Jika dugaan tersebut benar, aktivitas pelangsiran BBM bersubsidi berpotensi mengganggu distribusi yang seharusnya diperuntukkan bagi konsumen yang berhak.
Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan langsung, termasuk pendataan kendaraan, pola pengisian, serta kesesuaian transaksi dengan ketentuan penyaluran BBM yang berlaku.
Pak Kapolres Baru Serta Aparat Diminta Turun Tangan
Masyarakat mendesak pihak Pertamina, pengawas penyaluran BBM, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pengisian di SPBU Baliase.
Warga juga meminta agar pengelola SPBU memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelayanan, pengawasan kendaraan yang melakukan pengisian berulang, serta langkah pencegahan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM justru kesulitan mendapatkan pelayanan, sementara kendaraan yang diduga melangsir bisa berulang kali mengisi,” menjadi keluhan yang disuarakan warga.
Harapan Warga pemeriksaan di lapangan dinilai penting untuk memastikan apakah kepadatan kendaraan saat mobil tangki tiba merupakan kondisi distribusi yang wajar atau terdapat persoalan dalam tata kelola pelayanan BBM.
Menunggu Klarifikasi Pengelola SPBU
Hingga berita ini disusun, dugaan mengenai aktivitas pelangsiran tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Baliase mengenai keluhan warga maupun pola kepadatan kendaraan saat mobil tangki tiba.
Masyarakat berharap pengawasan tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga secara berkala untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan dan kepentingan konsumen tetap terlindungi.










