oleh

Tragedi Berdarah Malam Mencekam: Duel Maut di Depan Warkop Sedau Merenggut Nyawa

KALBAR SINGKAWANG,Discoverynews.id ~ Peristiwa tragis menggemparkan warga Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, pada Minggu, 25 Oktober 2026 dini hari.

Sebuah pertikaian sengit yang pecah di depan warung kopi Jalan Gunung Besi Lirang merenggut nyawa seorang pria berusia 47 tahun.

Suasana malam yang semula tenang mendadak mencekam tatkala perselisihan antara dua pria berujung pada tindakan kekerasan berdarah di pinggir jalan.

Kisah kelam ini bermula sejak Sabtu malam, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 19.30 WIB ketika terduga pelaku sudah terlihat memarkirkan diri dan duduk di area warung kopi tersebut.

Tak berapa lama kemudian, korban melangkahkan kaki menghampiri terduga pelaku hingga keduanya terlibat percakapan.

Saksi kunci yang merupakan pemilik warung kopi menyaksikan keberadaan awal kedua pihak di lokasi sebelum situasi berubah menjadi sangat panas dan tak terkendali.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika terduga pelaku mendadak bangkit dan melangkah menuju area parkiran kendaraan.

Tanpa ragu, ia mengambil sebilah pisau yang telah disiapkan di dalam jok sepeda motornya lalu kembali menghampiri korban.

Detik-detik mencekam pun terjadi di mana perkelahian fisik sengit pecah di tepi jalan persis di depan warung kopi, diiringi sabetan senjata tajam yang mengincar tubuh korban.

Akibat sabetan tajam tersebut, korban akhirnya roboh dan terkapar tak berdaya di pinggir jalan dengan luka yang sangat parah di bagian wajah.

Dua orang warga yang kebetulan sedang melintas di lokasi kejadian terkejut menemukan tubuh korban yang bersimbah darah.

Tanpa membuang waktu, warga langsung mengevakuasi korban menuju Puskesmas Singkawang Selatan I untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Baca Juga  Ustadz Farid dai aksi Indosiar Viral mendadak borong pedagang dorokdok dan Kasih Hadiah Umroh gratis Jamaah di Garut 

Sayangnya, takdir berkata lain karena pihak fasilitas kesehatan menyatakan korban telah meninggal dunia saat pertama kali tiba di lokasi.

Hingga saat ini, motif pasti di balik aksi penganiayaan berdarah tersebut masih diselimuti misteri, sementara pihak kepolisian dan otoritas berwenang terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pemicu utama tragedi tersebut. (R)