MAMUJU, Discoverynews.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), resmi meluncurkan dan meresmikan tiga layanan unggulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat, Senin (26/10/2026). Kehadiran layanan Magnetic Resonance Imaging (MRI), Patologi Anatomi (PA), dan Ortodonti menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Mengusung tema “Menghadirkan Layanan Kesehatan yang Modern, Profesional dan Berkualitas untuk Masyarakat Sulawesi Barat”, ketiga layanan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan RSUD Sulbar dalam menyediakan pemeriksaan diagnostik dan pelayanan medis spesialistik yang lebih lengkap.
Layanan MRI memungkinkan pemeriksaan organ tubuh secara detail tanpa menggunakan radiasi pengion, sehingga membantu mendeteksi berbagai kelainan, mulai dari gangguan otak dan saraf hingga tumor. Sementara itu, Patologi Anatomi berperan penting dalam menegakkan diagnosis penyakit melalui pemeriksaan jaringan, termasuk mendukung diagnosis kanker. Adapun layanan Ortodonti berfokus pada penanganan susunan gigi dan rahang untuk meningkatkan fungsi serta estetika.
Dalam sambutannya, Suhardi Duka menegaskan bahwa kualitas pelayanan rumah sakit merupakan salah satu tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Citra pemerintah ditentukan layanan rumah sakit. Kalau layanan RSUD tidak bagus, citra kita buruk di mata publik,” tegas SDK.
Menurutnya, rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, peningkatan mutu pelayanan harus menjadi prioritas agar masyarakat memperoleh penanganan medis secara cepat, transparan, dan memuaskan.
“Rumah sakit yang baik itu cepat layanannya, jelas tarifnya, dan puas masyarakatnya. Datang hari itu, tidak lama langsung dilayani,” ujarnya.
SDK juga menyoroti ketatnya persaingan layanan kesehatan di Mamuju. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat RSUD milik pemerintah agar mampu menjadi pusat rujukan yang dapat diandalkan masyarakat Sulawesi Barat.
“Mamuju kota kecil tapi banyak rumah sakitnya, persaingannya tinggi. Saya tidak boleh mendahulukan swasta dibanding RS milik pemerintah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penguatan layanan spesialistik menjadi bagian dari upaya menjadikan RSUD Sulbar sebagai pusat pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat.
Pengembangan fasilitas tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Panca Daya yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, khususnya dalam memperkuat pelayanan kesehatan, mulai dari layanan dasar hingga rujukan lanjutan.
SDK secara terbuka mengakui bahwa pada awal kepemimpinannya, kondisi dan citra RSUD Regional Sulbar menjadi salah satu persoalan yang harus segera dibenahi. Karena itu, ia mengambil langkah tegas melalui pergantian manajemen sebagai bagian dari upaya mendorong perbaikan tata kelola dan kualitas pelayanan.
Kini, dengan hadirnya layanan MRI, Patologi Anatomi, dan Ortodonti, RSUD Sulbar diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan medis masyarakat secara komprehensif.
Penguatan layanan ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mencari pelayanan spesialistik ke luar daerah, sepanjang kebutuhan medis pasien dapat ditangani sesuai kemampuan dan fasilitas yang tersedia di RSUD Sulbar.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pun diharapkan terus memastikan bahwa penambahan fasilitas canggih tersebut diikuti kesiapan tenaga medis, kecepatan pelayanan, transparansi tarif, serta kualitas diagnosis dan perawatan pasien.
Dengan demikian, modernisasi layanan RSUD Sulbar tidak hanya menjadi penambahan fasilitas, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk membangun kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Sulawesi Barat.










