GORONTALO, Discoverynews.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong pengembangan budidaya sorgum sebagai komoditas alternatif pertanian sekaligus sumber energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan energi di daerah. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) rencana pengembangan budidaya tanaman sorgum bersama Direktur Utama PT Sorbu Agro Energi, Ferdi Budiman, di Aula Huyula, Gubernuran, Senin (26/10/2026).
Gusnar menegaskan, pengembangan sorgum tidak cukup hanya melalui penandatanganan kerja sama, tetapi harus disertai kesiapan lahan, kepastian pasar, serta pembangunan ekosistem industri yang mampu menjamin keberlanjutan usaha.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama agar budidaya sorgum dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan energi di Provinsi Gorontalo.
“Yang penting kita atur baik. Pertama, lahannya harus dipersiapkan. Kedua, siapa yang mau membeli. Ketiga, ekosistemnya. Kalau ketiga hal ini selesai, pengembangan sorgum bisa kita lakukan,” ujar Gusnar.
Ia menjelaskan, sorgum memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Gorontalo. Gusnar menyebut pemanfaatan energi baru terbarukan di daerah tersebut belum mencapai 30 persen sehingga diperlukan upaya untuk mengembangkan sumber energi alternatif yang potensial.
Karena itu, ia berharap kesepakatan bersama PT Sorbu Agro Energi segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata, mulai dari identifikasi dan penyiapan lahan sesuai ketentuan hingga koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Gusnar juga mengingatkan agar kerja sama tersebut tidak berhenti sebagai dokumen kesepakatan tanpa realisasi di lapangan. Ia menginginkan setiap tahapan pengembangan disusun secara terencana sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Saya menyambut baik kerja sama ini. Setelah penandatanganan nota kesepahaman, langkah-langkah konkret jangan terlalu lama dimulai. Jangan sampai seperti sebelumnya, banyak MoU, tetapi implementasinya ditunggu-tunggu,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sorbu Agro Energi, Ferdi Budiman, menjelaskan bahwa sorgum memiliki potensi sebagai komoditas alternatif, terutama di tengah tantangan kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas sektor pertanian.
Selain dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tanaman sorgum juga dapat menghasilkan biomassa yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku energi. Karakteristik tersebut membuka peluang pengembangan sorgum sebagai komoditas yang memiliki manfaat ganda bagi sektor pertanian dan energi.
“Seandainya kekeringan berkelanjutan, sorgumnya akan terus bisa menghasilkan. Nah, yang kedua adalah yang kita lihat ekosistem. Karena tanaman sorgum ini seandainya ekosistem tidak terbangun, tidak bisa dimonetize,” ungkap Ferdi.
Ia menyebut potensi biomassa sorgum dapat mencapai 80 ton per hektare. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan ekosistem industri yang memadai agar hasil budidaya dapat diolah dan memiliki nilai ekonomi.
Pembangunan ekosistem tersebut menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan sorgum di Gorontalo. Ketersediaan lahan, kepastian penyerapan hasil panen, serta keberadaan industri pengolahan perlu dipersiapkan secara terpadu agar budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan PT Sorbu Agro Energi diharapkan dapat mendorong pengembangan sorgum sebagai alternatif komoditas pertanian sekaligus membuka peluang pemanfaatan biomassa untuk mendukung diversifikasi energi di daerah.
Realisasi program tersebut akan bergantung pada tindak lanjut kesepakatan, kesiapan lahan, kepastian pasar, serta pembangunan rantai industri yang mampu menghubungkan kegiatan budidaya dengan pemanfaatan hasil panen.










