oleh

Gerak Cepat, Kapolres Cianjur Turun Langsung Cek TKP Teror Molotov di Ciranjang

Cianjur  Ciaranjang jawbarat , DiscoveryNews.id – Aksi teror pelemparan bom molotov yang menyasar dua rumah warga di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, mendapat atensi serius dari jajaran Polres Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Beddy Suwendi, S.H., S.I.K., turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian pada Sabtu (31/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres tidak sendiri. Ia didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Cianjur, Kapolsek Ciranjang beserta jajaran personel. Kehadiran orang nomor satu di Polres Cianjur ini untuk memastikan kondisi terkini di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus memberikan rasa aman kepada warga pasca kejadian.

Pantauan di lapangan, AKBP Beddy Suwendi terlihat berdialog langsung dengan korban dan keluarga korban untuk mengetahui kondisi mereka serta menggali informasi awal terkait peristiwa yang meresahkan warga tersebut. Ia juga memeriksa secara detail bekas lemparan molotov di pagar rumah warga.

“Kapolres juga menemui para korban dan keluarga untuk mengetahui kondisi serta mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa tersebut,” tulis sumber di lapangan.

Tak hanya olah TKP, personel kepolisian juga melakukan pemeriksaan menyeluruh di dua lokasi rumah yang menjadi sasaran, mengidentifikasi dan mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Langkah penyelidikan diperkuat dengan penelusuran rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi. Rekaman CCTV diharapkan menjadi kunci untuk mengungkap identitas pihak yang diduga terlibat dalam aksi teror tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku pelemparan molotov yang meresahkan warga Ciranjang tersebut.

Baca Juga  MBG Diantara Dua Sisi Baik dan Buruk Yang Dinilai Masyarakat Penikmat Keberadaan MBG

Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi di kawasan pemukiman warga dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.

Tomi Hendrawan
Author: Tomi Hendrawan