akarta,DiscoveryNews.id.- Delegasi Persatuan Pemuda Nias Juli E. Restu War mendesak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Perum Bulog segera memberikan kepastian realisasi pembangunan infrastruktur pascapanen Bulog di Kepulauan Nias khususnya di 4 kabupaten yang ada di Nias yaitu, Nias Selatan, Nias Utara, kabupaten Nias, Nias Barat.
Program pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen Bulog dengan dukungan anggaran sekitar Rp5 triliun merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan pangan. Namun, Juli E. Restu War, mempertanyakan realisasi fisiknya, khususnya di Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara.
Menurut Juli E. Restu War, berdasarkan pengamatan lapangan dan informasi yang diterimanya dari masyarakat, belum ditemukan bangunan gudang pascapanen baru yang dapat dipastikan telah selesai dan beroperasi di empat kabupaten tersebut.
“Jangan sampai anggaran triliunan rupiah hanya menjadi angka dalam program pemerintah, sementara masyarakat di daerah masih menunggu bukti pembangunan. Kami membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji manis dan rencana, terus menerus yang di berita kan ke masyarakat, masyarakat butuh realisasi nya” tegas Juli E. Restu War.
Ia menilai Kepulauan Nias sebagai wilayah kepulauan dengan tantangan distribusi pangan seharusnya memperoleh perhatian serius serta prioritas dalam pemerataan infrastruktur nasional.
Juli E. Restu War, meminta pemerintah dan Perum Bulog membuka informasi secara transparan mengenai lokasi pembangunan, alokasi anggaran, status kontrak pekerjaan, progres fisik, serta target penyelesaian setiap proyek.
Ia juga mendesak Presiden Prabowo agar memastikan program tersebut benar-benar terlaksana hingga wilayah 3T, bukan hanya berhenti pada tahapan perencanaan dan administrasi yang terus di gembor gemborkan di publik tanpa kepastian kapan selesainya.
“Pemerintah harus menjawab secara terbuka: kapan dibangun, di mana lokasinya, bagaimana progresnya, dan kapan masyarakat bisa memanfaatkannya? Kepulauan Nias jangan terus menunggu tanpa kepastian. Pembangunan harus dibuktikan dengan hasil nyata, serta real adanya gudang Bulog” tutupnya.
Red










