oleh

Cegah Perundungan Sejak Dini, Wakapolres Nias Selatan Tanamkan Disiplin Dan Kesadaran Hukum Di Sma Bintang Laut

Nias Selatan,DiscoveryNews.id. – Upacara bendera di Sma Swasta Bintang Laut, Senin, 2 November 2026 pagi, terasa berbeda. Bukan hanya tentang pengibaran Merah Putih, tetapi tentang pesan moral yang akan menentukan masa depan generasi muda.

Polres Nias Selatan hadir melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik). Program yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga karakter anak bangsa.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakapolres Nias Selatan, Kompol Mahyu Danil Noor, http://S.Si., didampingi Kasi Propam Iptu Bernad Napitupulu, menyampaikan amanat yang tegas namun penuh kehangatan di hadapan para guru dan ratusan pelajar.

Ia menegaskan, sekolah bukan sekadar ruang untuk menghafal pelajaran. Sekolah adalah kawah candradimuka tempat karakter ditempa, tempat disiplin dibentuk, dan tempat nilai kemanusiaan dipelajari.

“Ejekan bukan candaan. Hinaan bukan kelucuan. Pengucilan bukan permainan,” ujar Kompol Mahyu Danil Noor dengan nada yang menggetarkan aula upacara.

Menurutnya, banyak pelajar yang menganggap perundungan sebagai hal sepele. Padahal, dampaknya begitu dalam. Luka fisik bisa sembuh, tetapi luka psikologis akibat perundungan dapat menghancurkan kepercayaan diri, meruntuhkan semangat belajar, bahkan mengubur masa depan seorang anak.

Wakapolres pun menyampaikan pesan yang begitu kuat dan akan diingat para pelajar:

“Jangan pernah merasa hebat karena mampu menakut-nakuti teman. Jangan merasa kuat karena mampu mempermalukan orang lain. Kekuatan yang sebenarnya adalah kemampuan mengendalikan diri, menghargai sesama, serta berani melakukan hal yang benar.”

Pesan itu bukan sekadar imbauan. Itu adalah pelajaran tentang kemanusiaan.

Ia meminta para pelajar untuk tidak menjadi pelaku, tidak menjadi penonton yang menertawakan penderitaan teman, dan tidak menjadi penyebar aib melalui foto atau video di media sosial. Sebaliknya, ia mengajak mereka menjadi pelindung, menjadi teman yang menguatkan, dan berani melapor kepada guru, wali kelas, guru Bimbingan Konseling, orang tua, atau pihak berwenang jika melihat perundungan.

Baca Juga  Tunggu Arahan Pusat, Pemkab Cianjur Ajukan Rp121 Miliar Bantuan Gempa Pola Baru DSP ke BNPB

Wakapolres juga mengingatkan dengan bijak bahwa perundungan yang disertai kekerasan, ancaman, atau perbuatan yang memenuhi unsur pidana memiliki konsekuensi hukum. Negara hadir untuk melindungi setiap anak.

“Pencegahan perundungan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau kepolisian, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari ciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, damai, dan bebas dari perundungan. Jadilah teman yang menguatkan, bukan teman yang menjatuhkan,” pesannya yang disambut hening penuh makna oleh para siswa.

Program Polidik ini menjadi bukti nyata transformasi Polri. Tidak hanya hadir saat ada kejahatan, tetapi hadir jauh sebelum kejahatan itu terjadi. Mencegah, mendidik, dan merangkul.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Nias Selatan Akbp Alfian Tri Permadani dan Wakapolres Kompol Mahyu Danil Noor, Polres Nias Selatan menunjukkan wajah Polri Presisi yang humanis. Polri yang tidak berjarak dengan pelajar, Polri yang menjadi sahabat generasi muda.

Melalui langkah kecil di Sma Bintang Laut ini, harapan besar dititipkan. Agar lahir generasi Nias Selatan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter, disiplin, taat hukum, dan saling menghargai.

Karena sejatinya, masa depan Nias Selatan ada di tangan mereka yang hari ini berdiri di lapangan upacara itu.

Red/Humas Polres Nias Selatan

Haris
Author: Haris