oleh

Duka Lintas Negara : Tiga Pahlawan Devisa Indonesia dari Jawa Timur Pulang dalam Peti Kayu

KUALA LUMPUR,Discoverynews ~Perjalanan panjang berburu rezeki di negeri jiran berakhir duka bagi tiga perempuan Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Timur.

Pada Jumat, 6 November 2026, suasana haru menyelimuti alur pemulangan jenazah ketika pesawat yang membawa jasad Wesiah, Esus, dan Astutik mendarat di tanah air.

Ketiganya mengembuskan napas terakhir di Kuala Lumpur, Malaysia, setelah berjuang melawan komplikasi penyakit berat yang menggerogoti tubuh mereka selama bertahun-tahun di perantauan.

Nasib pilu pertama dialami oleh Wesiah, seorang pekerja migran berusia 38 tahun yang berasal dari Dusun Palenggiyan, Desa Banjar Billah, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Berdasarkan catatan medis resmi, perempuan muda ini mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang keras melawan serangan kanker paru-paru stadium IV yang telah menyebar, yang diperparah oleh riwayat komplikasi hipertensi serta diabetes melitus.

Kisah kelam serupa membalut kepulangan Esus, pekerja migran berusia 43 tahun asal Dusun Taretah Laok, Desa Ponjanan Barat, Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan.

Kesehatan Esus memburuk drastis akibat gerogotan penyakit kanker payudara stadium IV yang menginfiltrasi organ tubuhnya, dipadu dengan tekanan darah tinggi kronis yang terus mengikis daya tahan tubuhnya hingga titik darah penghabisan di rumah sakit tempat ia dirawat.

Duka mendalam juga dirasakan oleh keluarga Astutik, sosok pahlawan devisa senior berusia 68 tahun yang berasal dari Dusun Krajan III, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Kesehatan Astutik kolaps akibat serangan stroke mendadak yang melumpuhkan organ vitalnya, di mana kondisi tersebut kian diperberat oleh riwayat penyakit gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi yang diidapnya sejak lama.

Baca Juga  Gelombang Demo Mahasiswa Kembali Menguat, BEM dari Berbagai Kampus Turun ke Jalan Lagi

Penanganan dokumen serta kelancaran pemprosesan jenazah sejak di rumah duka hingga bandara di Kuala Lumpur berjalan berkat sinergi kemanusiaan.

Perwakilan Tim Pengurusan dan Pemulangan Jenazah MPPM mengungkapkan bahwa seluruh prosedur administratif dan perawatan jenazah sebelum diterbangkan ditangani secara intensif bersama mitra kerja mereka, KL Funeral Services, demi memastikan seluruh hak dan kedatangan jenazah berjalan bermartabat.

Setelah menempuh penerbangan lintas negara menuju bandara kedatangan di Indonesia, proses penanganan dilanjutkan tanpa jeda oleh pihak berwenang bersama sukarelawan lokal.

Seluruh rangkaian prosesi ditutup dengan pengawalan ambulans yang mengantarkan masing-masing peti jenazah langsung menuju rumah duka keluarga di Sampang, Pamekasan, dan Lumajang untuk disambut isak tangis kerabat dan dimakamkan di tanah kelahiran mereka. (R)

Sumber: MPPM bersama mitranya, KL Funeral Services, di Kuala Lumpur