MAMUJU, Discoverynews.id – Momentum Subuh Keliling dimanfaatkan Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Totok Suharyanto, untuk mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda saat melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al-Muta’alli, Lingkungan Bambu, Mamuju, Sabtu (7/11/2026).
Di hadapan jamaah dan jajaran personel Polda Sulbar, Irjen Pol Totok Suharyanto mengajak seluruh personel untuk senantiasa menjaga jati diri, memperkuat keimanan, serta menjadikan setiap amanah dan tanggung jawab pekerjaan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Menurutnya, perubahan dan berbagai ujian kehidupan merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Namun, kondisi apa pun tidak boleh mengubah prinsip, karakter, dan ketulusan seseorang dalam menjalani kehidupan maupun pengabdian.
“Angin boleh membawa perubahan, badai boleh datang menguji ketahanan, tetapi jangan pernah membiarkan keadaan mengubah jati diri kita. Tetaplah rendah hati ketika berada di atas, tetaplah kuat ketika berada di bawah, dan tetaplah mengabdi meskipun tidak semua orang melihat perjuangan kita,” tutur Kapolda.
Ia menegaskan, seluruh perjalanan hidup, pelaksanaan tugas, hingga pengabdian yang dilakukan personel Polda Sulbar hendaknya senantiasa dilandasi niat ibadah.
Hal itu sebagaimana terkandung dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 162 yang mengingatkan bahwa sesungguhnya salat, ibadah, hidup, dan mati hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.
“Mari kita jadikan setiap amanah, pekerjaan dan pengabdian di Polda Sulbar sebagai ladang ibadah, dengan niat yang tulus, keikhlasan, serta semangat melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” ajak Irjen Pol Totok.
Kapolda juga mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya berasal dari Allah SWT, menjalani kehidupan atas kehendak-Nya, mengabdikan diri karena-Nya, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
Lebih dari sekadar kegiatan ibadah bersama, Subuh Keliling juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara kepolisian dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, jajaran kepolisian dapat mempererat komunikasi, menyerap aspirasi warga secara langsung, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dengan penguatan nilai spiritual dan pendekatan humanis tersebut, Kapolda berharap seluruh personel Polda Sulbar mampu menjalankan tugas secara profesional, tetap rendah hati, serta mengedepankan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab dan pengabdian yang harus dilaksanakan dengan hati nurani.










