Jembatan Gantung Sagara–Maroko Kembali Makan Korban, Warga Desak Pembangunan Permanen


 Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sagara dan Desa Maroko, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, kembali menjadi sorotan setelah memakan korban pada Senin (16/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Seorang warga Kampung Sukabakti, Desa Maroko, Ayun (65), terperosok saat melintasi jembatan tersebut. Saat kejadian, korban tengah memikul pisang hasil panen dari kebunnya di Kampung Cidepong, Desa Sagara, menuju kediamannya di Kampung Sukabakti, Desa Maroko. Diduga akibat kondisi jembatan yang sudah rusak dan membahayakan, korban terjatuh hingga ke dasar jembatan di aliran Sungai Cibaluk.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala. Ia sempat mendapatkan penanganan medis dan jahitan di Puskesmas Maroko–Cibalong sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Pameungpeuk untuk perawatan lebih lanjut.

Sudah Lama Dikeluhkan Warga

Kondisi jembatan gantung tersebut sebenarnya telah lama dikeluhkan masyarakat. Warga menilai konstruksi jembatan sudah tidak layak dan membahayakan pengguna, terlebih saat membawa beban berat hasil pertanian.

Beberapa insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi. Aspirasi perbaikan bahkan telah disampaikan warga melalui berbagai platform media sosial, dengan harapan pemerintah segera mengambil langkah sebelum kembali menimbulkan korban.

Peristiwa terbaru ini pun telah diinformasikan kepada Camat Cibalong melalui pesan WhatsApp. Berdasarkan keterangan yang diterima warga, pihak kecamatan telah mengusulkan perbaikan jembatan kepada pemerintah daerah serta melalui program yang direncanakan melibatkan TNI. Namun hingga saat ini, realisasi perbaikan masih dalam proses.

Terkendala Pembebasan Lahan

Berdasarkan informasi dari warga dan unsur birokrasi Kecamatan Cibalong, rencana pembangunan permanen jembatan tersebut terkendala persoalan pembebasan lahan milik warga yang akan terdampak akses jalan menuju jembatan baru.

Pemerintah Desa Maroko bersama pihak kecamatan disebut masih berupaya mencari solusi terkait kesepakatan dengan pemilik lahan. Padahal, apabila jembatan dibangun secara permanen, akses transportasi dan keselamatan warga akan jauh lebih terjamin.

Tokoh masyarakat berharap adanya musyawarah yang melibatkan seluruh pihak agar tercapai kesepakatan terbaik demi kepentingan bersama. Warga diimbau untuk legawa serta mengutamakan kemaslahatan umum agar proses pembangunan dapat segera terealisasi.

Harapan Masyarakat

Masyarakat Desa Sagara dan Desa Maroko berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan maupun pembangunan permanen jembatan gantung tersebut. Pasalnya, jembatan itu merupakan akses vital bagi aktivitas warga, terutama dalam menunjang kegiatan pertanian dan mobilitas sehari-hari.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya percepatan penanganan infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat, agar tidak kembali menimbulkan korban di kemudian hari.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *