NEWS, NTT  

Tanamkan Toleransi dan Cinta Kemanusiaan Sejak Dini: IAKN Kupang Menggelar PKM Di SMA Negeri 1 Semau


Kupang, 3 Mei 2026.,Upaya membangun generasi muda yang moderat, toleran, dan mampu menghargai perbedaan terus digencarkan oleh kalangan akademisi. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang di SMA Negeri 1 Semau, Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, pada 28–30 April 2026.

Mengusung tema “Gerakan Siswa Moderat: Sosialisasi Cinta Kemanusiaan dan Penghargaan terhadap Perbedaan di Lingkungan Sekolah,” kegiatan ini hadir sebagai respons terhadap tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya ancaman intoleransi dan radikalisme yang kian mudah menyebar, termasuk melalui media digital.

Ketua Tim PKM, Hermin, M.Pd.K., menegaskan bahwa kehadiran tim dosen dan mahasiswa bukan sekadar menjalankan program akademik, melainkan bentuk tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam membentuk karakter peserta didik.

“Kami berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya toleransi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Marice Lasi, S.Pd., menyebut kegiatan ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang mampu hidup rukun di tengah keberagaman.

“Sekolah bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan sikap saling menghargai. Kegiatan ini sangat relevan dengan kehidupan siswa saat ini,” ungkapnya.

Materi utama disampaikan oleh Ismail E. Natonis, M.H., dengan moderator Yandry Diana Dethan, M.Pd. Dalam pemaparannya, Ismail menekankan bahwa cinta kemanusiaan merupakan fondasi utama dalam kehidupan bersama di tengah perbedaan.

Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki potensi kebaikan sekaligus sisi negatif seperti egoisme dan keserakahan. Oleh karena itu, nilai-nilai kemanusiaan harus terus ditanamkan sejak usia dini.

“Kebaikan adalah bentuk kemanusiaan terbaik. Jika kita sibuk menghakimi orang lain, kita tidak punya waktu untuk mencintai mereka,” tegasnya di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai agama tidak boleh dipisahkan dari nilai kemanusiaan. Ketika kemanusiaan dilukai, maka nurani setiap manusia akan terusik.

Dalam kegiatan ini, siswa juga diperkenalkan dengan konsep Kurikulum Berbasis Cinta, yang meliputi cinta kepada Tuhan, diri sendiri, sesama, ilmu pengetahuan, lingkungan, serta bangsa dan negara. Selain itu, siswa diajak memahami nilai-nilai moderasi seperti keadilan, musyawarah, perdamaian, penolakan terhadap kekerasan, serta penghargaan terhadap budaya lokal.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti dialog, berbagi pengalaman, serta aktif dalam sesi tanya jawab terkait kehidupan dalam keberagaman.

Selain penyampaian materi, Tim PKM juga melakukan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru IAKN Kupang. Fransiska Yanti Nggeong, M.Pd., memaparkan berbagai program studi, peluang beasiswa, serta kesempatan pengembangan diri bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat persaudaraan, serta kemampuan menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

Adapun tim PKM yang terlibat terdiri dari Ismail E. Natonis, M.H., Mariyanti Adu, M.Pd., Fransiska Yanti Nggeong, M.Pd., Yandry Diana Dethan, M.Pd., Yulius M. Natonis, M.Pd.K., serta Frigen Rinaldy Lay dari unsur mahasiswa.

 

Penulis : Putra Umbu (Red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *