oleh

Partai Berlambang Beringin, Even Sio : Mengakar Kuat ke Bawah, Tumbuh Kembang di Atas namun Rapuh di Dalam

KUPANG, 13 Juni 2026 – Aktivis Mahasiswa Kabupaten Kupang menilai kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama kader DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang, Yoyarib Mau, menjadi ujian integritas bagi Partai Golongan Karya yang berlambang pohon beringin ini.

Ujian ini mencuat setelah pemberitaan Koran Timor bahwa DPD II Partai Golkar kini menunggu rekomendasi dari DPD I Provinsi NTT.

Hal tersebut disampaikan Even Sio, Aktivis Mahasiswa Kabupaten Kupang, melalui rilis tertulis kepada media ini via WhatsApp, Sabtu 13/06/2026.

Even menyebut slogan “mengakar kuat ke bawah, tumbuh kembang di atas” akan diuji publik Kupang.

“Kekuatan partai tidak diukur dari jumlah kursi, tapi dari keberanian menindak kadernya sendiri saat diduga melanggar moral dan hukum. Jangan sampai pohon beringin rapuh dari dalam,” ujarnya.

Ujian Integritas, Bukan Sekadar Prosedur
Menurut Even, publik tidak hanya menunggu prosedur Majelis Kehormatan Partai/MKP berjalan. Publik menilai sikap politik DPD II Partai Golkar.

“Keputusan cepat, tegas, dan berpihak pada korban adalah bukti partai ini masih punya marwah. Kalau lambat, maka jargon ‘mengakar kuat’ hanya jadi slogan,” tegasnya.

Even, menekankan 3 indikator integritas Partai Golkar Kupang:
1. Keberanian Bertindak: MKP harus berani memproses kader tanpa tebang pilih setelah rekomendasi DPD I turun.
2. Keberpihakan pada Korban: Partai wajib memastikan kerahasiaan identitas, pendampingan psikologis, dan akses keadilan bagi korban.
3. Komunikasi Publik: DPD II harus berani menjelaskan langkah ke kader dan masyarakat agar kepercayaan tidak runtuh.

“DPD II menunggu rekomendasi DPD I. Kami harap hasilnya tidak mengecewakan harapan kader dan rakyat. Partai besar diuji dari hal besar juga,” kata Even.

Amanah Rakyat Taruhannya
Even mengingatkan, kader Golkar yang duduk di DPRD mengemban amanah rakyat. “Jika dugaan ini terbukti, maka yang dilukai bukan hanya korban, tapi juga kepercayaan rakyat Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Aktivis mahasiswa ini menegaskan sikap tersebut adalah kritik untuk perbaikan internal. “Kami sayang Partai Golkar. Karena sayang, kami tidak mau lihat pohon beringin tumbang karena rayap dari dalam,” tutup Even.

Komentar