SEMARANG discoverynews.id— Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (LBH RUPADI) menggelar rapat persiapan halal bihalal dan malam keakraban pada Senin (30/3/2026) malam. Rapat ini menjadi forum strategis untuk mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu–Minggu, 18–19 April 2026 di Taman Hutan Rakyat, Kabupaten Karanganyar.
Rapat turut dihadiri oleh Direktur DPN LBH RUPADI, Dr (Hc). Joko Susanto, yang menekankan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang penguatan solidaritas internal sekaligus membangun kedekatan yang lebih luas di lingkungan organisasi.
“Konsep kegiatan ini kita dorong tidak hanya formal, tetapi juga membangun suasana kekeluargaan. Karena kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada kerja profesional, tetapi juga pada kedekatan emosional antaranggota,” ujarnya.
Rangkaian acaranya akan dikemas dalam suasana santai dan kebersamaan, meliputi malam keakraban, bakar kambing guling, makan bersama, sesi sharing dan diskusi, fun games, hingga kegiatan rekreasi. Aspek spiritual juga menjadi perhatian dengan pelaksanaan salat berjamaah selama kegiatan berlangsung.
Ketua Umum DPP LBH RUPADI, Sunardi, menyampaikan komentarnya mengenai pentingnya kegiatan ini bagi organisasi.
“Kegiatan halal bihalal dan malam keakraban ini adalah momentum penting untuk memperkuat ikatan emosional dan profesional di antara seluruh anggota. Dengan melibatkan keluarga dan mahasiswa magang dari semua angkatan, kita memperluas jaringan solidaritas, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi,” kata Sunardi.
Ketua Panitia, Rahdyan Trijoko Pamungkas, menambahkan bahwa persiapan teknis menjadi fokus utama rapat. Menurutnya, detail konsep kegiatan, pembagian tugas panitia, dan pemetaan kebutuhan peserta harus diperhatikan untuk menciptakan acara yang inklusif dan menyenangkan.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta, termasuk anggota keluarga dan rekan-rekan mahasiswa magang, merasa nyaman dan dapat berpartisipasi aktif. Semua rangkaian kegiatan, mulai dari fun games, sharing, hingga bakar kambing guling, diharapkan mampu membangun keakraban sekaligus memupuk semangat kolektif,” jelas Rahdyan.
Panitia menetapkan batas akhir pendaftaran peserta hingga 15 April 2026, dengan kontribusi sebesar Rp100.000 per peserta. Skema ini dirancang untuk mendukung kelancaran acara sekaligus memastikan partisipasi seluruh elemen yang terlibat.
Rapat juga dihadiri oleh jajaran pengurus dan Alat Kelengkapan Organisasi (AKO), ada Nugroho Budiantoro, Muhammad Nastain, Muhammad Dasuki, Muhammad Alfin Aufillah Zen, Tulus Wardoyo, serta Sumanto. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan agenda organisasi tersebut.
Dalam forum rapat, berbagai aspek teknis dibahas secara rinci, mulai dari pembagian tugas panitia, konsep kegiatan, hingga upaya menciptakan suasana yang inklusif dan partisipatif. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan yang diarahkan pada penyempurnaan konsep acara.
Melalui persiapan yang matang, lanjut Rahdyan, LBH RUPADI berharap kegiatan halal bihalal dan malam keakraban ini tidak hanya menjadi agenda rutin.
“Melainkan juga menjadi sarana memperkuat sinergi, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam menjalankan misi bantuan hukum bagi masyarakat,”imbuh Rahdyan.
Yanuar
