GARUT, Cilawu – Bupati Garut melakukan monitoring peternakan sapi perah bersama PT Inagi di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (9/2/2026).
Bupati Garut menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong perubahan pola produksi peternakan, dari yang selama ini hanya menjual susu segar menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi.
“Tentu saja ini tidak mudah, tetapi kami berharap melalui koordinasi, bantuan, dan kolaborasi dengan PT Inagi dapat menghadirkan alternatif pengolahan yang lebih modern, higienis, serta terstandarisasi, sehingga produk olahan susu ini bisa lebih diterima oleh masyarakat luas,” ujar Bupati Garut.
Sementara itu, CEO PT Inagi, Farizqi Bayu, memberikan apresiasi terhadap kualitas susu sapi perah yang dihasilkan di Desa Sukamurni. Ia menilai susu tersebut telah memenuhi standar untuk dikembangkan menjadi produk premium, baik untuk pasar nasional maupun internasional.
“Tidak hanya yoghurt, tetapi juga susu steril hingga keju. Harapannya, Garut bisa memiliki produk keju signature yang dikenal di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara,” ungkap Farizqi.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, menambahkan bahwa saat ini sebagian kecil produksi susu di Desa Sukamurni sudah mulai diolah secara mandiri menjadi yoghurt. Dengan dukungan teknologi dan pendampingan dari pihak swasta, ia optimistis diversifikasi produk akan semakin luas dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan peternak.
Ia menjelaskan bahwa susu sapi perah di Desa Sukamurni memiliki kadar lemak (fat) dan total solid yang tinggi, sehingga menjadikannya salah satu susu dengan kualitas terbaik di Kabupaten Garut.
“Sebagian besar susu perah di Sukamurni saat ini sudah diolah menjadi yoghurt. Mudah-mudahan ke depan produk olahan lainnya juga bisa dikembangkan agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi para peternak, khususnya di Desa Sukamurni,” jelasnya.
Senada dengan itu, Camat Cilawu, Deni Darmawan, berharap kunjungan pimpinan daerah bersama mitra swasta ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan sapi perah, mulai dari hulu hingga ke hilir.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran Pak Bupati, Ibu Kadis, dan pihak swasta, pemberdayaan susu sapi perah di Sukamurni dari hulu sampai hilir bisa semakin maju,” pungkasnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan dan Desa, Desa Sukamurni merupakan salah satu sentra produksi susu sapi perah di Kabupaten Garut, dengan lebih dari 700 peternak di Kecamatan Cilawu dan volume produksi mencapai lebih dari 3.500 liter per hari.