Nganjuk discoverynews.id – 18-04-2026 Wakil Bupati Nganjuk, Mas Handy, bersama Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Kabupaten Nganjuk, Kamis (16/4/2026). Langkah ini diambil guna merespons keresahan masyarakat terkait beredarnya kabar antrean panjang dan dugaan kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah kabupaten Nganjuk.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menegaskan bahwa stok gas bersubsidi di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan distribusi tetap terkendali. Menurut AKBP Suria, fenomena antrean yang sempat terjadi bukan disebabkan oleh kekosongan stok, melainkan adanya lonjakan permintaan yang cukup signifikan dari masyarakat yang kata Kapolres kepada discoverynews di sela sela kunjungan ke SPBE Jumat (16/4).
Sidak menyasar beberapa titik krusial, di antaranya pangkalan LPG di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan. Selain itu, rombongan juga meninjau langsung proses pengisian di SPPBE Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, untuk memastikan seluruh prosedur distribusi berjalan sesuai aturan,
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Nganjuk yang akrab disapa Mas Handy, memberikan peringatan keras kepada para agen dan pemilik pangkalan. Ia meminta agar tidak ada pihak yang mencoba mencari keuntungan pribadi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan gas melon. “Kami mengingatkan kepada seluruh pihak, baik pangkalan maupun oknum lainnya, agar tidak mengambil keuntungan dari situasi ini dengan menaikkan harga atau melakukan praktik yang merugikan masyarakat,” tegas Mas Handy kepada discoverynews.
Upaya menjamin ketersediaan gas tidak hanya dilakukan dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas isi tabung. Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk menerjunkan tim Bidang Metrologi Legal untuk mengecek akurasi takaran gas. Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap melalui rangkaian pengawasan ini, tercipta budaya tertib ukur dan perdagangan yang adil. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang namun teliti saat membeli LPG 3 kg guna mendukung transparansi pasar di Nganjuk.
(NDHI)












