BENER MERIAH,| DiscoveryNews.id — Dugaan praktik manipulasi data dalam penyaluran bantuan bencana di Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, kian mencuat dan memicu sorotan publik.
Sekitar 70 persen data penerima bantuan diduga tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Hasil penelusuran di lokasi hunian sementara (huntara) Desa Tunyang mengungkap sejumlah kejanggalan.
Seorang pria yang awalnya mengaku sebagai warga biasa menyebut dirinya menerima bantuan, namun juga mengungkap adanya dugaan
pemotongan dana sebesar Rp500 ribu yang disebut sebagai uang “plen” oleh oknum berinisial PMI.
Fakta mengejutkan terungkap kemudian. Pria tersebut diketahui merupakan Kepala Dusun di Desa Setie, yang sejak awal tidak mengungkapkan identitas sebenarnya.
Temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam proses pendataan penerima bantuan. Sejumlah warga bahkan menyebut bahwa penerima huntara justru berasal dari keluarga yang rumahnya masih layak huni dan tidak terdampak signifikan oleh bencana.
Akibat dugaan penyimpangan tersebut, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Situasi ini memicu reaksi keras masyarakat. Warga mendesak agar penyaluran bantuan tahap kedua dihentikan sementara, sambil menunggu audit menyeluruh dan verifikasi ulang terhadap data penerima.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Pakar Hukum Pidana Internasional, Prof. Sutan Nasomal, SH., MH. Ia menegaskan bahwa bantuan tidak boleh dihentikan, melainkan harus diawasi secara ketat.
“Bantuan tidak boleh ditunda hanya karena adanya persoalan. Justru harus dikawal langsung oleh Gubernur Aceh bersama Bupati Bener Meriah agar prosesnya transparan dan akuntabel,” tegasnya dalam pernyataan di Cijantung, Jakarta, 23 April 2026.
Di tengah tarik-menarik antara tuntutan penghentian dan percepatan bantuan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Bener Meriah menyatakan akan turun langsung melakukan pengecekan di lapangan.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi integritas dan transparansi dalam penyaluran bantuan bencana di daerah.
Narasumber: Prof. Sutan Nasomal, SH., MH.
Editor : Yudi Sayuti S.T.












