Keluhkan bau menyenyat kerap,tercium sepanjang jalan kecamatan teluk mengkudu


 

SERDANG BEDAGAI- DiscoveryNews.id

Masyarakat di Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, mengeluhkan bau menyengat yang kerap tercium di sepanjang jalan lintas wilayah,Bau tersebut diduga berasal dari mobil pengangkut kotoran ayam milik salah satu perusahaan, diduga yakni PT Sabas Breeding Farm Desa Bogak Besar.

PT Sabas Breeding Farm sendiri diketahui berlokasi di Dusun VI, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkidu dan bergerak di bidang industri pakan ternak untuk sektor unggas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (4/5/2026), kendaraan pengangkut limbah ternak itu disebut-sebut rutin melintas pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam sepekan, aktivitas tersebut diperkirakan terjadi dua hingga tiga kali.

Warga menyebut, selain menimbulkan aroma tidak sedap yang menyengat, mobil tersebut juga diduga meninggalkan cairan kotoran di badan jalan. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Salah seorang warga Desa Sialang Buah yang enggan disebutkan namanya kepada media ini mengaku terganggu dengan aktivitas tersebut. Ia mengatakan, bau yang ditimbulkan sangat menyengat hingga menyebabkan rasa mual.

“Biasanya lewat sekitar pukul dua dini hari. Baunya sangat kuat, sampai membuat kami mual,” ujarnya.

Menurut warga, kendaraan tersebut kerap melintas dari arah Desa Bogak Besar menuju wilayah Matapao, melintasi beberapa desa di Kecamatan Teluk Mengkudu.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera melakukan penelusuran dan pengawasan terhadap aktivitas pengangkutan limbah tersebut. Warga juga meminta agar pihak perusahaan memperhatikan aspek kebersihan dan dampak lingkungan dari operasionalnya, guna mencegah gangguan serupa di kemudian hari.

Selain itu, warga mendorong adanya tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran terhadap aturan pengelolaan limbah, demi menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Menanggapi keresahan masyarakat terkait dugaan bau menyengat yang berasal dari mobil pengangkut kotoran ayam, pihak perusahaan melalui Admin GA PT Sabas Breeding Farm, Robby Burrahman, memberikan klarifikasi resmi.

Robby menegaskan bahwa nama perusahaan yang benar adalah PT Sabas Breeding Farm, sekaligus meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.

“Izinkan saya menyampaikan klarifikasi terlebih dahulu, bahwasanya nama perusahaan kami adalah PT Sabas Breeding Farm,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin sore.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas pengangkutan kompos (kotoran ayam) telah diatur secara ketat melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.

Menurutnya, setiap truk pengangkut yang keluar dari area perusahaan wajib memenuhi sejumlah tahapan prosedur, di antaranya pemeriksaan kondisi bak truk oleh petugas keamanan. Truk dengan kondisi tidak layak tidak akan diizinkan untuk melakukan muatan.

Setelah dinyatakan layak, bak truk akan dilapisi terpal secara berlapis, mulai dari bagian dalam hingga penutup luar, sehingga total terdapat dua hingga tiga lapisan pelindung. Proses pemuatan kompos juga dilakukan secara rapi, kemudian ditutup kembali dengan plastik dan terpal untuk memastikan tidak ada material yang tercecer.

Selain itu, pintu belakang truk dipastikan tertutup rapat dengan tambahan ganjalan untuk menghindari celah. Penutup bagian atas truk juga dipasang hingga menutupi seluruh bak kendaraan.

“Sebelum truk keluar, dilakukan pengecekan ulang oleh petugas security. Jika sudah sesuai standar, barulah kendaraan diizinkan keluar,” jelas Robby.

Ia menambahkan, operasional pengeluaran truk dilakukan pada waktu tertentu, yakni mulai pukul 02.30 WIB hingga sebelum subuh. Setiap pergerakan truk juga mendapat pendampingan guna memastikan tidak terjadi kebocoran muatan selama perjalanan.

Dari sisi pengawasan, perusahaan melibatkan penanggung jawab kompos, pimpinan, serta petugas keamanan untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.

Sebagai langkah tambahan untuk meminimalisir dampak lingkungan, perusahaan juga melakukan penyiraman jalan yang dilalui truk menggunakan air desinfektan dan air sabun secara rutin setelah aktivitas pemuatan.

“Upaya ini kami lakukan guna mencegah timbulnya bau yang dapat mengganggu masyarakat,” pungkasnya.

Faisal


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *