Discoverynews.id —Minggu, 7 Juni 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa persediaan rudal milik Iran telah berkurang secara signifikan akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Menurut hitungannya, persenjataan rudal Teheran saat ini hanya tersisa sekitar 21 hingga 22 persen saja.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah wawancara eksklusif bersama NBC News. Kendati menilai kekuatan militer Iran sudah jauh melemah, Trump memperingatkan bahwa negara tersebut masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan.
“Mereka masih memiliki kapasitas. Mereka masih punya sejumlah rudal dan drone. Jika dihitung secara persentase, mungkin sekitar 21 atau 22 persen rudal mereka yang tersisa,” ujar Trump.
Klaim terbaru ini terpantau sedikit meningkat dibanding pernyataan Trump sebelumnya pada bulan Mei, di mana ia menyebut stok rudal Iran hanya tersisa sekitar 18 persen. Dalam berbagai kesempatan, Trump juga berulang kali menegaskan bahwa kemampuan tempur Iran telah berhasil dilumpuhkan secara masif.
Ketegangan di Teluk Oman dan Kuwait
Di sisi lain, situasi di lapangan menunjukkan ketegangan yang belum sepenuhnya mereda. Tak lama setelah klaim tersebut mencuat, militer Iran menyatakan telah melepaskan ‘rudal peringatan’ ke arah dua kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang beroperasi di Teluk Oman.
Meski demikian, pihak militer Amerika Serikat segera membantah klaim Teheran dan menegaskan bahwa tidak ada serangan maupun ancaman yang menyasar kapal-kapal mereka di kawasan tersebut.
Sementara itu, gejolak lain juga dilaporkan oleh pemerintah Kuwait. Pihak Kuwait mengonfirmasi bahwa pertahanan udara mereka berhasil mencegat sedikitnya 30 rudal balistik yang disebut-sebut sebagai bagian dari tindakan agresi oleh pihak Iran.
Jalan Buntu Jalur Diplomasi
Hingga saat ini, serangkaian perundingan yang diupayakan dalam beberapa pekan terakhir demi menyudahi konflik masih belum menemui titik temu. Proses negosiasi terus dibayangi oleh saling ancam, tingginya tensi politik, serta sejumlah pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dinilai rapuh.
Walau diplomasi masih menemui jalan buntu, Trump meyakini bahwa Iran tidak memiliki opsi lain selain kembali ke meja perundingan dengan syarat yang lebih realistis.
“Mereka tidak punya pilihan lain. Mereka kuat, mereka bangga, tetapi ada hal-hal yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan akan mereka lakukan, dan sekarang mereka harus melakukannya,” pungkas Trump.











Komentar