Gununsitoli Sumut — DiscoveryNews.id.
Menjadi pendukung pemerintah bukan berarti harus selalu setuju terhadap semua kebijakan yang diambil. Di daerah dan negara yang maju, kritik yang berbasis data, fakta, serta kajian ilmiah justru dianggap sebagai bagian penting dalam memperbaiki kualitas kebijakan publik.
Pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang bebas dari kritik, melainkan pemerintah yang mampu mendengarkan masukan, menerima koreksi, dan memperbaiki kekurangan yang ada.
Kritik, koreksi, maupun saran yang disampaikan sesungguhnya lahir dari rasa peduli dan tanggung jawab. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan, melainkan agar Pemerintah Kota Gunungsitoli dapat berhasil mewujudkan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Sebaliknya, orang yang tidak peduli atau hanya ingin mencari aman biasanya akan memilih diam dan tidak memberikan masukan apa pun.
Sikap diam terhadap berbagai persoalan justru dapat menjerumuskan seorang pemimpin pada kesalahan yang terus berulang. Ibarat dalam sebuah hubungan, pasangan yang sering menasihati, menegur, mengingatkan, dan memberikan masukan merupakan pasangan yang menginginkan kebaikan serta kesuksesan bagi pasangannya.
Sebaliknya, ketika seseorang bersikap acuh tak acuh dan membiarkan pasangannya melakukan kesalahan tanpa peringatan, maka ia sesungguhnya sedang membiarkan kegagalan itu terjadi.
Oleh karena itu, apa yang dilakukan Bang YD adalah bentuk kepedulian untuk membantu pemerintah bekerja lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjadikan Gunungsitoli sebagai kota yang modern, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat dengan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Karena itu, Bang YD memilih menjadi pendukung yang kritis. Ketika program pemerintah baik dan bermanfaat bagi masyarakat, tentu harus didukung. Namun, ketika ditemukan kelemahan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun dampaknya terhadap masyarakat, maka kritik perlu disampaikan secara konstruktif agar kebijakan menjadi lebih tepat sasaran.
Keberhasilan pembangunan tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial yang menghabiskan anggaran rakyat, melainkan dari sejauh mana kebijakan dan program pemerintah mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta menghasilkan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Karena itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli perlu menerapkan pendekatan evidence-based policy, yaitu perencanaan dan pelaksanaan program yang didasarkan pada data, fakta lapangan, hasil evaluasi, serta aspirasi masyarakat.
Bagi Bang YD, tujuan utama pembangunan bukanlah pencitraan atau sekadar menghabiskan anggaran, melainkan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh sebab itu, dukungan dan kritik harus berjalan beriringan.
Mendukung yang benar, mengoreksi yang kurang tepat, mengusulkan solusi yang konstruktif, serta selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok maupun politik jangka pendek.
Kritik yang membangun bukanlah bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan wujud kecintaan terhadap daerah dan kepedulian terhadap masa depan rakyat, serta untuk mewujudkan Gunungsitoli Hebat dibawah kepemimpinan SMART.
ediitor : Redapel.












Komentar