TEHERAN, DiscoveryNews.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat yang menjadi basis operasional jet tempur siluman F-35 di kawasan Teluk. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari aksi balasan Teheran atas operasi militer yang sebelumnya dilakukan Washington terhadap sejumlah target strategis Iran. Rabu, 10 Juni 2026
Menurut sejumlah laporan media internasional yang dikutip CNBC Indonesia, sasaran serangan Iran mencakup pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah yang selama ini digunakan untuk mendukung operasi jet tempur F-35, pesawat pengebom, serta armada udara Amerika lainnya. Pangkalan tersebut memiliki peran penting dalam operasi militer AS di kawasan Teluk dan sekitarnya.
Konflik yang terus memanas sejak akhir Februari 2026 telah memicu saling serang antara kedua negara. Iran sebelumnya meluncurkan gelombang rudal dan drone ke sejumlah target yang dikaitkan dengan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan. Sebaliknya, Washington juga meningkatkan tekanan militer melalui operasi udara dan pengerahan aset tempur canggih.
Dalam beberapa bulan terakhir, nama jet tempur F-35 menjadi sorotan setelah muncul sejumlah laporan mengenai insiden yang melibatkan pesawat tempur generasi kelima tersebut. Iran bahkan beberapa kali mengklaim berhasil menyerang atau merusak F-35 milik AS, meskipun sebagian klaim tersebut dibantah oleh Pentagon dan masih menjadi perdebatan di tengah perang informasi kedua pihak.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan terbaru tersebut. Namun, perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari kata mereda dan berpotensi memperluas instabilitas di kawasan Timur Tengah.
Pengamat keamanan internasional menilai eskalasi yang terus berlanjut dapat mengganggu jalur perdagangan energi global, terutama di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia. Ketegangan tersebut juga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi yang lebih luas melibatkan negara-negara sekutu di kawasan.
(Redaksi DiscoveryNews.id)







Komentar