oleh

Rusia Lancarkan Serangan Besar ke Ukraina, 11 Orang Tewas dan Katedral Bersejarah Terbakar

KYIV, DiscoveryNews.id – Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar dalam beberapa pekan terakhir ke Ukraina pada Minggu malam (15/6/2026) hingga Senin dini hari. Serangan yang melibatkan lebih dari 70 rudal dan sekitar 600 drone itu menewaskan sedikitnya 11 orang serta melukai puluhan warga sipil di berbagai wilayah Ukraina.

Ibu kota Kyiv menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut juga memicu kebakaran di Katedral Dormition yang berada di kompleks bersejarah Kyiv-Pechersk Lavra, situs warisan dunia UNESCO dan salah satu pusat keagamaan Ortodoks terpenting di Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan terhadap warisan budaya serta spiritual Ukraina. Ia juga mendesak negara-negara anggota G7 untuk meningkatkan dukungan pertahanan udara bagi Kyiv di tengah meningkatnya intensitas serangan Rusia.

Menurut Angkatan Udara Ukraina, sebagian besar rudal dan drone berhasil dicegat, namun sejumlah proyektil tetap menghantam sasaran dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas sipil maupun infrastruktur penting. Serangan juga dilaporkan menghantam wilayah Kharkiv, Dnipro, Zaporizhzhia, dan Sumy.

Sementara itu, Rusia membantah telah menyerang kompleks Kyiv-Pechersk Lavra. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim operasi tersebut hanya menargetkan fasilitas militer dan pabrik drone Ukraina. Moskow bahkan menuduh kerusakan pada situs bersejarah tersebut disebabkan oleh rudal sistem pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang salah sasaran.

Perbedaan klaim antara kedua pihak belum dapat diverifikasi secara independen. Namun, serangan terhadap kompleks keagamaan bersejarah itu memicu kecaman dari sejumlah negara Barat dan organisasi internasional yang menilai situs budaya serta keagamaan harus dilindungi dari konflik bersenjata.

Gelombang serangan terbaru ini terjadi di tengah pembahasan konflik Ukraina dalam forum G7. Situasi tersebut kembali menunjukkan bahwa perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun masih jauh dari penyelesaian.

Sumber: AP, Reuters, The Guardian.

Redaksi

Komentar