Discoverynews.id – Media-media Amerika Serikat ramai mengkritik Presiden Donald Trump setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni 2026. Kesepakatan yang diklaim Trump sebagai langkah besar menuju perdamaian itu justru dinilai sejumlah pengamat dan media sebagai bentuk konsesi berlebihan kepada Teheran.
MoU tersebut secara resmi ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6/2026), setelah sebelumnya melalui proses negosiasi intensif yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi kedua negara.
Sejumlah media di AS menyoroti isi kesepakatan yang memungkinkan Iran tetap mempertahankan sebagian program nuklirnya di bawah pengawasan internasional. Selain itu, kesepakatan tersebut juga mencakup pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan serta pelonggaran sejumlah sanksi ekonomi.
Kritik muncul karena pemerintahan Trump dianggap gagal memaksa Iran memenuhi sejumlah tuntutan utama Washington, khususnya terkait program rudal balistik dan aktivitas pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah. Beberapa analis bahkan menyebut Iran berhasil memperoleh keuntungan diplomatik yang signifikan dari proses perundingan tersebut.
Media konservatif maupun liberal di Amerika Serikat sama-sama mempertanyakan efektivitas MoU tersebut. Sebagian kalangan menilai Washington terlalu banyak memberikan konsesi tanpa memperoleh jaminan yang cukup kuat mengenai perubahan kebijakan strategis Iran.
Di sisi lain, Trump membela kesepakatan tersebut dengan menyatakan bahwa langkah itu diperlukan untuk mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah serta menjaga stabilitas ekonomi global. Menurutnya, kesepakatan tersebut dapat mengurangi risiko konfrontasi militer yang selama ini membayangi hubungan kedua negara.
Reaksi keras juga datang dari Israel. Pemerintah Israel dilaporkan kecewa karena tidak dilibatkan secara penuh dalam proses penyusunan kesepakatan tersebut. Sejumlah pejabat Israel menilai MoU itu justru memberi ruang lebih besar bagi Iran untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan.
Meski menuai kritik, sejumlah negara anggota G7 menyambut positif kesepakatan tersebut dan berharap dialog lanjutan dapat menghasilkan penyelesaian yang lebih permanen terhadap berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Teheran.
Perdebatan mengenai isi dan dampak MoU AS-Iran diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, terutama terkait sejauh mana manfaat yang diperoleh masing-masing pihak serta pengaruhnya terhadap stabilitas geopolitik di Timur Tengah.
(Redaksi Discoverynews.id)












Komentar