oleh

Harga Sayur Mayur di Lamongan Turun, Liburnya Program MBG Pengaruhi Permintaan Pasar

 

LamonganDiscoverynews.id – Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Lamongan melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan harga serta ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di sejumlah pasar tradisional wilayah setempat, Rabu (24/6/2026). Hasil pengawasan menunjukkan stok kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi, meskipun terjadi penurunan harga pada sejumlah komoditas hortikultura.

 

Secara umum, harga kebutuhan pokok strategis masih terjaga stabil. Beras premium tercatat dijual seharga Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, gula kristal putih Rp17.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Minyakita Rp15.700 per liter, daging sapi Rp120.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp26.000 per kilogram. Ketersediaannya di tingkat pedagang maupun distributor dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.

 

Penurunan harga yang cukup signifikan terlihat pada kelompok cabai dan sayuran. Cabe merah keriting turun dari sebelumnya Rp55.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Demikian juga cabe merah besar dari Rp35.000 menjadi Rp23.000 per kilogram, cabe rawit merah dari Rp45.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, bawang merah dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, serta tomat merah yang turun dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 per kilogram.

Mas Hendrik, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Sidomulyo, Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan, menyebutkan penurunan harga ini dipicu oleh melimpahnya pasokan hasil panen yang masuk ke pasar dalam beberapa hari terakhir.

“Barang sekarang banyak masuk dari petani, terutama cabai dan sayuran. Pasokan lancar, bahkan cenderung melimpah dibandingkan beberapa minggu lalu,” ujarnya saat ditemui Jatim Pos di lokasi pasar.

Ia menambahkan, kelimpahan pasokan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan. Salah satu faktornya adalah berkurangnya pembelian dari dapur penyedia makanan yang biasanya menyerap komoditas pertanian dalam jumlah besar. Menurutnya, liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut andil memengaruhi daya serap pasar.

“Selama MBG berjalan, kebutuhan sayur dan bahan pangan cukup tinggi, sehingga harga tetap terjaga dan pendapatan petani serta pedagang ikut terbantu. Sekarang program sedang libur, pembelian berkurang, jadi harga ikut turun menyesuaikan,” jelasnya.

Fenomena ini menegaskan bahwa mekanisme penawaran dan permintaan masih menjadi penentu utama pergerakan harga. Jika pasokan melimpah namun permintaan menurun, harga cenderung terkoreksi. Sebaliknya, ketika permintaan kembali naik, harga berpotensi menguat lagi.

Untuk menjaga stabilitas dan mencegah praktik penimbunan, Polres Lamongan melalui jajaran Polsek terus memperketat pengawasan dan patroli di pasar tradisional maupun pasar modern. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan barang tetap terjaga, harga wajar, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Lamongan tetap kondusif.(Iswanto)

Komentar