Jakarta, DiscoveryNews.id – Organisasi Maritim Internasional (IMO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi memulai operasi penyelamatan besar-besaran di kawasan Selat Hormuz setelah ketegangan konflik di Timur Tengah mengganggu aktivitas pelayaran internasional. Lebih dari 11.000 pelaut yang sempat terjebak akibat situasi keamanan di kawasan tersebut akan dievakuasi melalui operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai negara. Dikutip Al Jazeera 22 Juni 2026
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menyatakan bahwa pihaknya telah memperoleh jaminan keamanan yang diperlukan untuk menjalankan misi tersebut. Operasi evakuasi dilakukan melalui koordinasi dengan Iran, Oman, negara-negara pesisir kawasan Teluk, serta pelaku industri maritim internasional.
Langkah ini menyusul perkembangan diplomatik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang meredanya konflik. Kesepakatan sementara yang dicapai kedua negara disebut mulai memberikan dampak positif terhadap lalu lintas pelayaran yang sebelumnya terganggu akibat pembatasan dan risiko keamanan di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk melewati perairan sempit tersebut sebelum menuju pasar global. Karena itu, setiap gangguan di wilayah ini dapat berdampak langsung pada perdagangan internasional dan harga energi dunia.
Meski proses evakuasi telah dimulai, sejumlah pejabat Iran menegaskan bahwa pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz kemungkinan akan mengalami perubahan dibandingkan sebelum konflik berlangsung. Iran dan Oman disebut akan mengkaji kembali mekanisme pengelolaan perdagangan dan layanan maritim di kawasan tersebut.
Operasi penyelamatan ini menjadi salah satu misi kemanusiaan maritim terbesar tahun 2026 dan diharapkan dapat mempercepat normalisasi aktivitas pelayaran internasional di kawasan Timur Tengah.












Komentar