oleh

212 Orang Tewas, Spanyol Terpanggang Gelombang Panas Ekstrem

Madrid, discoveynews.id 25 Juni 2026 – Gelombang panas ekstrem yang melanda Spanyol dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 212 orang. Korban jiwa tercatat dalam periode 21 hingga 24 Juni 2026, saat suhu udara melonjak ke level yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Menurut laporan AFP, Kamis (25/6/2026), data dari sistem pemantauan kematian Spanyol, MoMo, menunjukkan ratusan kematian terjadi akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari cuaca panas yang melanda berbagai wilayah negara tersebut. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya gelombang panas.

Badan Meteorologi Spanyol (AEMET), seperti dilaporkan AFP pada 25 Juni 2026, telah mengeluarkan peringatan merah di sejumlah wilayah karena suhu diperkirakan mencapai hingga 42 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang memiliki penyakit bawaan.

AFP melaporkan wilayah Cantabria mencatat suhu hingga 43,7 derajat Celsius, salah satu suhu tertinggi yang pernah tercatat di kawasan tersebut. Sementara itu, sejumlah daerah lain juga mengalami rekor suhu siang maupun malam hari yang memecahkan catatan sebelumnya.

Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, mengatakan warga harus membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas, memperbanyak minum air, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala heatstroke. Pernyataan itu disampaikan sebagaimana dikutip AFP, Kamis (25/6/2026).

Gelombang panas yang melanda Spanyol merupakan bagian dari cuaca ekstrem yang juga terjadi di sejumlah negara Eropa. Para ilmuwan menilai perubahan iklim berkontribusi terhadap meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas yang dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat.

Pemerintah Spanyol terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau warga untuk mengikuti seluruh peringatan cuaca yang dikeluarkan otoritas setempat selama gelombang panas masih berlangsung.

Komentar