Jakarta Discoverynews.id– keluarga Novia Rahmadhani Sihotang (25) mengaku telah mengikhlaskan kepergian putri mereka yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Meski demikian, keluarga berharap pemerintah memberikan tanggung jawab moral dan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Novia meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa, Jakarta.
Kakak kandung Novia, Heri Sihotang, mengatakan adiknya berangkat mengikuti pendidikan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit serius. Bahkan, ia mengantar langsung Novia ke lokasi pelatihan di Jakarta.
“Adik saya tidak pernah mengeluhkan sakit sebelum berangkat maupun saat tiba di lokasi pendidikan. Setahu kami, kondisinya sehat,” ujar Heri, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (27/6/2026).
Meski diliputi duka mendalam, keluarga menyatakan telah menerima kepergian Novia sebagai takdir. Namun mereka berharap pemerintah tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab moral atas peristiwa tersebut.
“Kami sudah ikhlas. Tetapi kami berharap ada bentuk tanggung jawab moral dari instansi terkait hingga kepada pemimpin negara,” kata Heri,
Ayah Novia, Syawaluddin Sihotang, mengaku sangat terpukul saat menerima kabar duka. Menurutnya, putrinya masih sempat berkomunikasi dengan keluarga setelah tiba di Jakarta dan tidak menunjukkan keluhan kesehatan sebelum mengikuti latihan dasar militer.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan bahwa Novia meninggal saat mengikuti program SPPI untuk Kopdes Merah Putih di Satuan Pendidikan Pusat Bahasa Kodiklatau, Jakarta.
Rico menjelaskan, Novia mulai mengalami gangguan kesehatan pada Senin, 22 Juni 2026, kemudian mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, kondisi kesehatan Novia berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TB). Meski telah menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Dikutip dari Kompas.com, Kementerian Pertahanan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, terutama terkait pengawasan kondisi kesehatan peserta selama mengikuti latihan dasar militer.
red







Komentar