Jakarta, Discoverynews.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Langkah tersebut merupakan respons atas serangan udara yang sebelumnya diperintahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap fasilitas rudal, drone, dan radar pantai milik Iran.
Berdasarkan laporan Reuters, serangan udara Amerika Serikat dilakukan sebagai balasan atas serangan drone Iran terhadap sebuah kapal dagang di Selat Hormuz. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar fasilitas penyimpanan rudal, drone, serta instalasi radar pantai Iran.
Sebagai respons, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pihaknya telah menyerang target-target yang terkait dengan pasukan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menyebut tindakan tersebut merupakan hak untuk membela diri setelah serangan Washington yang dinilai melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya telah disepakati. Namun, Iran tidak merinci lokasi maupun target yang diserang.
Sementara itu, Associated Press (AP) melaporkan bahwa Iran juga melancarkan serangan drone ke wilayah Bahrain, yang menjadi lokasi Markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Fifth Fleet). Selain itu, sebuah kapal di Selat Hormuz turut menjadi sasaran serangan di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pemerintah Bahrain mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap keamanan kawasan. Di sisi lain, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memperingatkan bahwa setiap aksi kekerasan terhadap kepentingan Amerika akan mendapat respons yang setimpal.
Analis menilai rangkaian aksi saling serang antara Washington dan Teheran berpotensi memperburuk stabilitas keamanan di Timur Tengah. Selain meningkatkan risiko konflik yang lebih luas, situasi ini juga dikhawatirkan mengganggu jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.








Komentar