GUNUNGSITOLI /Sumatra Utara DiscoveryNes.id — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Ama Jance Zebua sejak kepergian putra mereka, almarhum Agnis Jance Zebua, yang menjadi korban pembunuhan beberapa waktu lalu. Kehilangan orang yang dicintai bukan hanya meninggalkan luka yang sulit disembuhkan, tetapi juga menghadirkan beban hidup yang harus mereka jalani setiap hari.
Di tengah suasana itu, Yusman Dawolo atau yang akrab disapa Bang YD memberikan bantuan, sebagai bentuk empati dan kepedulian. Supaya keluarga yang sedang berduka tidak merasa ditinggalkan dalam menghadapi cobaan yang berat. Bang YD memberikan bantuan sebesar Rp. 1 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
“Bantuan ini tentu tidak akan mampu menggantikan kehilangan yang begitu besar. Namun saya berharap dapat sedikit meringankan beban keluarga. Tetaplah kuat, sabar, dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan penghiburan serta kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini,” ujar Bang YD.
Ia juga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional agar pelaku pembunuhan almarhum Agnis Jance Zebua segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku sehingga keluarga memperoleh kepastian hukum dan rasa keadilan.
“Kami berharap kasus ini dapat segera diungkap. Keadilan bagi korban dan keluarganya adalah harapan kita semua,” katanya.
Bagi Bang YD, kepedulian tidak pernah mengenal batas agama, suku, status sosial, ataupun pilihan politik. Ketika ada sesama manusia yang menangis, yang dibutuhkan pertama kali bukanlah pertanyaan tentang siapa mereka, melainkan siapa yang bersedia datang untuk menguatkan mereka.
Prinsip itulah yang selama ini ia pegang. Dalam berbagai kesempatan, Bang YD kerap hadir membantu warga yang sakit, membantu keluarga yang tertimpa musibah, mendukung anak-anak berprestasi yang terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, hingga memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, modal usaha UMKM, dll.
Ia meyakini bahwa nilai kemanusiaan tidak diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, melainkan dari ketulusan untuk hadir ketika orang lain sedang berada pada titik terendah dalam hidupnya.
Dengan adanya kepedulian dari Bang YD, menghadirkan secercah harapan bahwa mereka tidak sedang memikul beban itu sendirian.
Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, tindakan sederhana untuk mengeluarkan uang, memberikan dukungan, menjadi wujud nyata bahwa kemanusiaan masih hidup.
Bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian, perhatian yang tulus sering kali jauh lebih bermakna daripada kata-kata yang indah. Sebab kasih sayang yang diwujudkan melalui tindakan akan selalu meninggalkan jejak di hati.
Melalui kepedulian yang terus ditunjukkannya kepada masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang, Bang YD berharap budaya saling menolong semakin tumbuh di Kota Gunungsitoli dan Pulau Nias.
(Yarmend)
Redaktur : Redakpel.













Komentar