Garut, DiscoveryNews.id – Keindahan alam Puncak Sagara di Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, terus menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu destinasi wisata alam yang sedang berkembang di Jawa Barat. Berada di ketinggian 2.132 meter di atas permukaan laut (mdpl), kawasan ini menawarkan panorama pegunungan yang memukau, udara sejuk, serta pengalaman camping dan pendakian yang menjadi favorit para pecinta alam. 05 Juli 2026

Memasuki musim libur sekolah, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan data pengelola, rata-rata kunjungan wisatawan dari luar Kabupaten Garut pada hari biasa di luar akhir pekan berkisar 20 orang per hari. Namun, selama libur sekolah jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 70 orang per hari, atau naik sekitar 250 persen.
Ketua Pengelola Puncak Sagara, Yana Mulyana, mengatakan peningkatan kunjungan tersebut dipengaruhi oleh semakin dikenalnya Puncak Sagara di kalangan wisatawan, yang didukung promosi melalui media sosial serta rekomendasi dari para pendaki yang pernah berkunjung.
“Alhamdulillah, selama musim libur sekolah terjadi peningkatan kunjungan yang cukup tinggi. Pada hari biasa di luar akhir pekan sekitar 20 orang, sedangkan saat libur sekolah bisa mencapai sekitar 70 orang per hari,” ujar Yana Mulyana.
Menurutnya, kondisi cuaca sepanjang bulan ini juga menjadi faktor pendukung meningkatnya minat wisatawan. Cuaca yang relatif cerah memungkinkan pengunjung menikmati panorama pegunungan, hamparan lautan awan, hingga pemandangan Kawah Talaga Bodas yang dapat terlihat dari sejumlah titik di kawasan Puncak Sagara.
Tak hanya menjadi tujuan wisatawan domestik, Puncak Sagara juga mulai menarik perhatian wisatawan mancanegara. Dalam beberapa waktu terakhir, pengelola mencatat kunjungan wisatawan asal China, Jerman, dan Polandia yang datang untuk menikmati keindahan alam sekaligus merasakan sensasi pendakian di kawasan tersebut.
“Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, menjaga keamanan pengunjung, dan mempertahankan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama Puncak Sagara,” tambahnya.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, pengelola telah menyediakan berbagai fasilitas, di antaranya area parkir, toilet, musala, gazebo dan tempat istirahat, warung kuliner, area camping, pusat informasi, serta petugas yang siap memberikan pelayanan kepada para pengunjung.
Selain meningkatkan pelayanan, pengelola juga menerapkan aturan pendakian yang ketat sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pengunjung dan kelestarian lingkungan. Setiap wisatawan diwajibkan mematuhi prosedur pendakian, menjaga kebersihan kawasan, serta membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berada di area wisata.
Yana Mulyana juga mengajak seluruh pengunjung untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.
“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk bersama-sama menjaga kelestarian Puncak Sagara. Jangan merusak alam, jangan meninggalkan sampah, dan patuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan. Keindahan alam ini merupakan aset bersama yang harus kita jaga,” tegasnya.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, hadirnya wisatawan mancanegara, serta dukungan fasilitas yang semakin lengkap, Puncak Sagara dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan Kabupaten Garut. Sinergi antara pengelola, masyarakat, dan pemerintah diharapkan mampu mendorong kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata berkelas yang memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal tanpa mengabaikan prinsip pelestarian lingkungan.
R.Firdaus







Komentar