NTT Discoverynews — Ketika sebagian besar masyarakat mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari, sebagian warga di Flores, Nusa Tenggara Timur, masih menjalani hari dalam ketidakpastian.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung tidak semuanya lagi aman. Sebagian warga harus meninggalkan rumah dan bertahan di pengungsian setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.
Namun, berakhirnya peringatan tsunami bukan berarti keadaan darurat bagi warga juga berakhir.
Hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 2.119 gempa susulan dengan magnitudo 1,3 hingga 6,2. Sebanyak 24 di antaranya memiliki magnitudo di atas 5 dan 70 gempa susulan dirasakan masyarakat.
Bagi warga yang rumahnya rusak atau tidak lagi merasa aman berada di dalam rumah, setiap getaran susulan kembali menghadirkan rasa takut.
Di sejumlah lokasi pengungsian, kebutuhan sehari-hari juga belum selesai.
Pemerintah, TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan dan berbagai organisasi kemanusiaan terus bergerak. Bantuan makanan, air, obat-obatan, tenda dan perlengkapan dasar telah dikirim ke sejumlah wilayah terdampak.
Namun pemerintah juga mengakui bahwa kebutuhan dasar pengungsi masih harus dipenuhi, sementara lokasi pengungsian tersebar di sejumlah titik.
Di sinilah gotong royong masyarakat dibutuhkan.
Bukan hanya tentang gempa, tetapi tentang hari-hari setelahnya
Bencana sering kali menjadi berita besar pada hari pertama.
Kamera datang. Berita muncul. Bantuan dikirim.
Tetapi bagi penyintas, kehidupan harus tetap berjalan setelah kamera pergi.
Mereka tetap harus makan.
Anak-anak tetap membutuhkan makanan dan perlindungan.
Orang sakit tetap membutuhkan obat.
Keluarga yang kehilangan tempat tinggal tetap membutuhkan tempat untuk tidur.
Dan warga yang belum dapat kembali ke rumah membutuhkan perlengkapan sederhana untuk melewati hari-hari berikutnya.
Karena itu, discoverynews.id bersama Sekolah Relawan mengajak masyarakat ikut membantu penyintas gempa NTT melalui campaign “Peduli Penyintas Bencana NTT”.
Target penggalangan dana sebesar Rp20 juta akan diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat penyintas, antara lain:
- makanan siap saji;
- obat-obatan dan kebutuhan kesehatan;
- tenda atau perlindungan sementara;
- alas tidur;
- selimut;
- serta kebutuhan dasar lain sesuai kondisi dan hasil asesmen di lapangan.
Rp20 juta mungkin kecil. Tetapi berarti bagi mereka yang sedang bertahan.
Rp20 juta tentu tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan akibat gempa Flores.
Tetapi bantuan tidak harus menunggu menjadi besar untuk menjadi berarti.
Satu donasi dapat membantu menyediakan makanan.
Donasi lainnya dapat membantu membeli obat.
Donasi berikutnya dapat membantu menyediakan selimut, alas tidur atau perlengkapan pengungsian.
Jika dikumpulkan bersama, bantuan kecil dari banyak orang dapat berubah menjadi dukungan yang berarti bagi keluarga yang sedang menghadapi masa paling sulit.
Karena itu, campaign ini bukan tentang satu orang menyelesaikan bencana.
Ini tentang banyak orang yang memilih untuk tidak membiarkan penyintas menghadapi masa sulit seorang diri.
Bantuan harus sampai kepada yang membutuhkan
Penggalangan dana dilakukan melalui platform Baik Itu Mudah dengan target Rp20 juta.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan sesuai hasil asesmen dan prioritas di lapangan.
Perkembangan campaign dan penyaluran bantuan perlu disampaikan secara terbuka agar para donatur dapat mengetahui bagaimana dukungan mereka digunakan.
Transparansi bukan sekadar laporan.
Bagi kami, transparansi adalah bagian dari tanggung jawab kepada orang-orang yang telah memilih untuk membantu.
Mereka belum selesai berjuang
Gempa mungkin hanya berlangsung beberapa menit.
Tetapi bagi penyintas, dampaknya bisa berlangsung jauh lebih lama.
Ada rumah yang harus diperbaiki.
Ada keluarga yang harus kembali mencari penghidupan.
Ada anak-anak yang masih takut ketika bumi kembali berguncang.
Ada orang tua yang harus memastikan keluarganya tetap mendapatkan makanan dan tempat berlindung.
Dan ada ribuan orang yang saat ini hanya ingin kembali merasa aman.
Mari membantu mereka melewati masa darurat ini.
Bukan karena kita mampu menyelesaikan semuanya.
Tetapi karena kita masih bisa melakukan sesuatu.
Peduli Penyintas Bencana NTT
Target: Rp20.000.000
Setiap rupiah yang terkumpul adalah bagian dari gotong royong untuk membantu penyintas mendapatkan kebutuhan dasar dan perlindungan selama masa pemulihan.
Donasi melalui campaign: Peduli Penyintas Bencana NTT bersama discoverynews.id. Bersama Sekolah Relawan.
Mari bantu mereka bertahan hari ini, agar mereka punya kesempatan untuk bangkit kembali esok hari.









Komentar